Syamsul Dani M. Saleh, ASN Pemkab Pulau Taliabu yang Produktif Menulis

Terbitkan Buku ke Sepuluh Potret Kesehatan Masyarakat Kepulauan

Syamsul Dani M. Saleh
Syamsul Dani M. Saleh

Untuk penyakit endemik, penulis menekankan penguatan layanan primer dan sistem rujukan, integrasi pengobatan tradisional melalui dokumentasi tanaman obat, kampanye kesehatan memakai cerita rakyat dan ritual adat, serta prioritas air bersih dan jamban sehat di desa dengan kasus tinggi.

Kisah dari lapangan di bagian akhir, buku pembaca diajak mengenal kisah nyata para pejuang kesehatan di Pulau Taliabu. Ada Bibi Supina atau Momski, kader posyandu Desa Samuya yang mendatangi warga dari rumah ke rumah dan tampil di Jambore Kader Posyandu Nasional 2025 di Bandung.

Ada Fachrizal Drakel atau Paman Kaka, kepala Puskesmas Losseng yang menembus ombak untuk melayani sembilan desa di wilayah kerjanya. Ada pula Johana, yang akrab disapa Ibu Yo, kepala Puskesmas Samuya.

Di usia pengabdian yang hampir purna, ia masih menaiki perahu kecil menembus ombak Selat Capalulu untuk melayani warga Desa Parigi, Penu, dan Tubang yang hanya dapat dijangkau lewat laut. Dikenal tegas dan disiplin terhadap stafnya, Ibu Yo justru dikenang warga karena kehangatannya.

Baginya, laut bukan penghalang. "Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan datang ke mereka?" ujarnya, sebagaimana dikisahkan dalam buku.

Kisah lainnya datang dari Hj. Mukmini Laidu atau Mama Haji, kepala Puskesmas Lede di barat laut Pulau Taliabu. Di bawah kepemimpinannya, Puskesmas Lede bertransformasi hingga meraih akreditasi paripurna, capaian yang tidak mudah bagi fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan.

Ia juga pernah menerima penghargaan sebagai kepala puskesmas dengan manajemen terbaik dan ASN kesehatan terbaik. Prinsip yang kerap ia sampaikan sederhana, yakni baku tolong, baru hidup bisa maju.

Syamsul menegaskan, kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa lahir dari daerah terpencil, dari ketulusan orang-orang yang bekerja dalam diam.

Dengan memadukan data, teori, dan cerita, buku ini relevan bagi pengambil kebijakan, tenaga kesehatan, akademisi, mahasiswa, kader, serta siapa saja yang peduli pada pembangunan kesehatan yang inklusif di wilayah kepulauan Indonesia. (cr-04/onk).

---------------------------------

Hasman Sangaji
Bobong.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...