Syamsul Dani M. Saleh, ASN Pemkab Pulau Taliabu yang Produktif Menulis
Terbitkan Buku ke Sepuluh Potret Kesehatan Masyarakat Kepulauan

Alih-alih mempertentangkan tradisi dengan layanan medis modern, penulis menawarkan cara pandang yang menjembatani keduanya, sekaligus mengingatkan pentingnya mendokumentasikan pengetahuan lokal yang terancam hilang. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, yakni perempuan, anak, dan lansia.
Salah satu tawaran penting buku ini adalah penerapan konsep SMART Goals, yakni tujuan program yang Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-bound (berbatas waktu), dalam intervensi kesehatan di kepulauan.
Penulis memadukan kerangka ini dengan teori perubahan perilaku seperti Health Belief Model dan Theory of Planned Behavior, agar target program tidak berhenti sebagai angka administratif, tetapi menyentuh motivasi masyarakat.
Menurut Syamsul, SMART Goals di Pulau Taliabu harus mencerminkan adat dan norma sosial, bukan sekadar angka.
Buku ini memberi sejumlah contoh, seperti program gizi berbasis ikan lokal dengan target peningkatan konsumsi protein hewani balita sebesar 30 persen dalam setahun, gerakan stop buang air besar sembarangan tempat, yang melibatkan imam masjid melalui khutbah dengan target penggunaan jamban 80 persen dalam setahun, serta pendokumentasian 20 jenis tanaman obat lokal dalam setahun.
Modal sosial berupa gotong royong, tradisi sasi, dan seni tradisi seperti tarian yusa dan yundu, dinilai menjadi fondasi kuat untuk menyampaikan pesan kesehatan. Buku ini juga memuat rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan pengambil kebijakan.
Di bidang gizi, Syamsul mendorong integrasi program gizi dengan literasi kesehatan dan ekonomi keluarga, transformasi posyandu menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan, digitalisasi pemantauan lintas sektor, kolaborasi dengan BPJS, KUA, dan sektor pendidikan, serta penguatan kader dan tokoh adat.
Di bidang sanitasi, buku ini merekomendasikan edukasi berbasis bahasa dan simbol lokal, pembangunan jamban dan rumah sehat melalui program padat karya desa dengan melibatkan tukang lokal, monitoring yang partisipatif, lomba tempat umum sehat antardesa, hingga media edukasi kreatif seperti komik dan video lokal.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar