Dari Ijazah ke Pekerjaan: Ada Jarak yang Perlu Dijembatani

Jangan Bebankan Kepada Lulusan Saja
Ketika lulusan kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai, respons yang muncul sering kali meminta mereka lebih adaptif, mempelajari keterampilan baru, atau tidak terlalu memilih pekerjaan.
Saran tersebut mungkin relevan, tetapi tidak cukup jika menjadi satu-satunya jawaban. Ketidaksesuaian pendidikan dan pekerjaan melibatkan banyak pihak.
Lembaga pendidikan perlu membaca perubahan kebutuhan dunia kerja. Perusahaan perlu menyampaikan kebutuhan kompetensinya secara lebih terbuka.
Pemerintah perlu memperkuat informasi pasar kerja dan pelatihan yang relevan. Sementara itu, pencari kerja perlu terus mengembangkan keterampilan melalui peningkatan maupun pembaruan kompetensi.
Bagi Maluku Utara, upaya ini juga perlu mempertimbangkan struktur perekonomian daerah dan kebutuhan tenaga kerja yang berkembang.
Pertumbuhan kegiatan ekonomi tidak otomatis menjamin bahwa seluruh lulusan memiliki akses terhadap pekerjaan yang sesuai. Kesiapan tenaga kerja lokal perlu dibangun seiring berkembangnya peluang kerja.
Ukur Keberhasilan dari Hasil Nyata
Keberhasilan regulasi ketenagakerjaan tidak cukup dinilai dari jumlah pasal yang disahkan. Dampaknya perlu dilihat melalui perubahan di pasar kerja: apakah informasi lowongan semakin mudah diakses, masa tunggu pencari kerja dapat dipersingkat, dan semakin banyak pekerja memperoleh pekerjaan yang sesuai serta terlindungi.
Data statistik dapat membantu memantau perubahan tersebut. Data juga dapat menjadi kompas bagi lembaga pendidikan, mahasiswa, dan calon mahasiswa dalam mempertimbangkan kompetensi yang perlu dikembangkan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar