SMK Masih Pakai Bangunan Sederhana, Warga Galao Keluhkan Fasilitas Pendidikan

Halut, malutpost.com – Masyarakat Desa Galao, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, menyuarakan kebutuhan pembangunan saat reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, Rabu (30/9/2026).
Salah satu keluhan utama warga adalah kondisi fasilitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di desa tersebut yang hingga kini belum memiliki gedung permanen dan masih menggunakan bangunan sederhana sebagai tempat belajar.
“Ini perlu kami sampaikan agar Ibu Nazla sebagai wakil rakyat bisa sampaikan ke pemerintah provinsi. Karena kami tahu, selain SMA di bawah kewenangan provinsi, SMK juga di bawah kewenangan provinsi,” kata Fadli Ali, mewakili masyarakat Desa Galao.
Selain fasilitas pendidikan, warga juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan dan ketersediaan air bersih. Akses jalan yang belum memadai dinilai turut menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil pertanian.
Kondisi tersebut diperparah dengan musim kemarau panjang yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Faktor utama pertumbuhan ekonomi di desa ini adalah soal akses jalan, baik itu jalan tani maupun infrastruktur jalan dari desa ke kabupaten dan air bersih. Kami masih butuh tempat penampungan air bersih,” ujar Fadli.
Menurutnya, masyarakat tidak menuntut banyak kepada pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat. Warga hanya berharap kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dapat menjadi perhatian.
“Jalan tani itu biar tiga kilometer saja dulu tak masalah, tapi akses jalan desa ke kabupaten sangat penting. Karena semua hasil pertanian harus dibawa ke pasar kota, baik itu pertanian kelapa, pala, cengkeh dan hasil pertanian bulanan lainnya,” tuturnya.
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu serta belum optimalnya dukungan terhadap sektor pertanian, warga juga meminta adanya bantuan bibit padi ladang.
“Kami masyarakat Galao berharap Ibu Dewan upayakan ke Pemprov ke depannya dapat melakukan pengadaan bibit padi ladang. Kalau ada bibitnya, maka dipastikan kebutuhan ekonomi dapat mendukung,” tandasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Nazla menyatakan akan berupaya mendorong aspirasi masyarakat Desa Galao melalui DPRD ke Pemprov Malut dan dinas terkait.
“Saya sebagai wakil rakyat tak bisa berjanji yang pasti untuk merealisasikan semuanya. Tapi janji saya adalah berupaya dan berusaha mendorong ke teman-teman komisi lainnya dan Pemprov melalui dinas-dinas terkait untuk melihat kebutuhan atau tuntutan bapak ibu di Desa Galao,” akunya.
Nazla menegaskan, aspirasi yang diperjuangkan setelah pelaksanaan reses merupakan kebutuhan yang disampaikan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membantu melengkapi data setiap usulan, termasuk dokumentasi kondisi lapangan dan administrasi berupa proposal.
“Bantu saya lengkapi administrasinya, biar didorong ke teman-teman komisi lainnya dan ke Pemprov. Doakan saya, supaya perjuangan ini berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Walaupun semua belum terakomodir, yang penting satu hingga dua tuntutan bisa terakomodir dan sisanya bisa didorong berikutnya,” pungkasnya. (one)

Komentar