Talud hingga Pembangunan Gereja Jadi Keluhan Warga Desa Mede ke Nazlatan Kasuba

Halut, malutpost.com – Masyarakat Desa Mede, Kecamatan Popilo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), meminta Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, memperjuangkan penyelesaian pembangunan talud di pesisir desa yang hingga kini belum tuntas.
Talud tersebut memiliki panjang kurang lebih 600 meter dan dinilai penting untuk melindungi permukiman warga dari ancaman gelombang maupun abrasi.
Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada Nazlatan saat melaksanakan reses di Desa Mede, Minggu (27/9/2026).
Warga mengungkapkan, kawasan pesisir, terutama di area tanjung kampung, cukup rawan diterjang ombak. Kondisi itu dikhawatirkan mengancam rumah warga maupun jalan lintas yang berada tidak jauh dari garis pantai.
“Sampai saat ini pembangunan talud sepanjang kurang lebih 600 meter itu belum selesai. Padahal tempat itu rawan saat musim ombak. Kami meminta Ibu Nazlatan memperjuangkan penyelesaiannya,” kata warga setempat, Yef Tapaloka.
Selain pembangunan talud, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan rumah ibadah dan fasilitas pendidikan.
Warga berharap Nazlatan dapat mengupayakan dukungan pemerintah melalui hibah anggaran maupun bantuan material untuk pembangunan gereja yang saat ini masih berlangsung. Mereka juga meminta perhatian terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan di Desa Mede.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Nazlatan mengatakan seluruh masukan warga akan dibahas bersama anggota DPRD Maluku Utara untuk kemudian diperjuangkan melalui pembahasan dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Semua aspirasi yang disampaikan dalam reses ini menjadi bagian penting bagi kami sebagai anggota DPRD untuk diperjuangkan. Terutama soal talud, ini akan kami dorong dan komunikasikan bersama teman-teman di DPRD,” ujarnya.
Sementara terkait pembangunan gereja, Nazlatan meminta panitia pembangunan, kepala desa, dan perangkat desa menyiapkan administrasi secara tertulis, detail, dan lengkap.
Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi salah satu hal penting agar usulan bantuan hibah dapat disampaikan kepada dinas terkait.
“Untuk soal gereja, saya minta kerja sama panitia pembangunan gereja, kepala desa, dan perangkat desa untuk menyiapkan administrasinya secara lengkap, sehingga bisa kami dorong ke dinas terkait. Kalau kerja samanya baik, insyaallah hibah tersebut bisa cepat direalisasikan oleh dinas yang menangani,” pungkasnya. (one)

Komentar