Sekprov Maluku Utara Dorong IDI Perkuat Pelayanan Kesehatan hingga di Daerah

IMG 20260920 WA0019
Sekprov Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir.

Ternate, malutpost.com -- Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara (Malut) Samsuddin A. Kadir, menegaskan profesi dokter memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Samsuddin saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pengukuhan kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara periode 2026–2029.

Kepengurusan IDI Wilayah Malut resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, Slamet Budiarto. Kepengurusan tersebut dipimpin Ali Akbar Taslim sebagai Ketua IDI Wilayah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Samsuddin mengapresiasi seluruh pengabdian IDI dan para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, dokter tidak hanya berperan ketika masyarakat mengalami sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun kesadaran hidup sehat, mencegah penyakit, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu.

“Profesi dokter memiliki tempat yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Dokter tidak hanya hadir ketika seseorang sakit, tetapi juga memiliki peran dalam membangun kesadaran hidup sehat, mencegah penyakit, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan manusiawi,” kata Samsuddin, Minggu (20/9/2026).

Ia berharap kepengurusan IDI yang baru dapat memperkuat kebersamaan antar-dokter, meningkatkan mutu serta etika profesi, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.

“Mari kita perkuat kerja sama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi seluruh masyarakat Maluku Utara,” tegasnya.

Samsuddin juga menekankan pentingnya posisi IDI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan. Menurutnya, masukan dan pemikiran para dokter sangat dibutuhkan agar kebijakan kesehatan yang disusun pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kepada pengurus yang baru dilantik, selamat menjalankan amanah. Jadikan organisasi ini semakin kuat, profesional, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Sekprov.

Ia juga mengingatkan para dokter untuk menjaga integritas profesi. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap dokter tidak hanya dibangun melalui keahlian, tetapi juga melalui ketulusan dalam memberikan pengabdian.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Maluku Utara, Ali Akbar Taslim, mengatakan pengukuhan kepengurusan wilayah tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi bersama tujuh cabang IDI kabupaten/kota di Maluku Utara.

Dari sembilan cabang IDI di Maluku Utara, dua cabang yakni Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) belum melaksanakan musyawarah cabang.

Ali menyebutkan, saat ini terdapat 764 dokter yang tergabung dalam IDI di Maluku Utara. Jumlah tersebut terdiri dari 577 dokter umum dan 187 dokter spesialis yang tersebar di sejumlah wilayah.

Ia berharap kepengurusan IDI Wilayah Malut periode 2026–2029 dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di daerah.

“IDI Wilayah Maluku Utara ingin menjadi bagian dari solusi pembangunan kesehatan daerah,” pungkasnya. (nar) 

Komentar

Loading...