Dekat dengan Syamsul Dani M. Saleh, ASN yang Produktif Hasilkan Buku

Bakat Menulis Diwarisi dari Sang Ayah

Syamsul Dani M. Saleh
Syamsul Dani M. Saleh

Di sela kesibukan berorganisasi, ia rutin mengikuti kompetisi debat mahasiswa, sebagai ajang mengasah kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi di depan umum.

Ia juga berkesempatan berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), forum yang mempertemukannya dengan mahasiswa kesehatan masyarakat dari berbagai kampus di seluruh Indonesia.

Dani memiliki mimpi besar menjadi orang pertama di keluarga besarnya yang mencapai gelar doktor atau S3, sebuah mimpi yang terasa berat sekaligus istimewa karena keluarga besarnya sebagian besar berlatar belakang birokrat dan petani.

Ia sendiri menjadi magister pertama di keluarga intinya, sementara kakaknya hanya menempuh pendidikan hingga Diploma Tiga Manajemen Informatika.

Ada satu pesan dari sang ayah yang selalu menjadi pegangan hidupnya.  "Kata ayah, jika mau besar, besarlah di negeri orang. Jika mau berlayar, berlayarlah dengan bendera dan perahumu sendiri. Jangan libatkan bendera dan perahu ayahmu atau keluarga besarmu. Kamu laki-laki, maka bertarunglah selayaknya seorang lelaki sejati," ujar Dani.

Karena sosok ayahnya begitu dihormati di Sanana, Dani bertekad tidak pernah melibatkan nama besar ayahnya dalam perjalanan panjangnya.

Ia ingin membesarkan nama keluarganya dengan usahanya sendiri, sebuah tekad yang lahir justru karena ayahnya memilih membiarkannya belajar dari keadaan, dan karena doa keras yang selalu dipanjatkan ibunya.

Selain mimpi meraih gelar doktor, sejak masa kuliah Dani juga menyimpan cita-cita untuk menjadi dosen. Mimpi itu tumbuh, ketika ia menyaksikan bagaimana ilmu mampu mengubah cara pandang dan kehidupan banyak orang di ruang-ruang kuliah, serta dari kekagumannya pada para dosen yang membimbingnya kala itu.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8

Komentar

Loading...