Pemprov Malut Kejar 1.200 RTLH Rampung Akhir Tahun, 3 Rumah di Ternate Sudah Tuntas

IMG 20260902 WA0035
Musyrifa Alhadar. (Foto: malutpost.com)

Ternate, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus mempercepat pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026.

Kepala Dinas Perkim Provinsi Maluku Utara, Musyrifa Alhadar, mengatakan khusus di Kota Ternate, sebanyak tiga unit rumah yang dibangun baru telah rampung dan diserahterimakan kepada penerima manfaat.

"Baik, untuk Kota Ternate sendiri yang sudah diserahterimakan rumah 100 persen bangun baru itu sudah 3 unit," kata Musyrifa saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/9/2026).

Tiga rumah tersebut masing-masing berada di Kelurahan Maliaro, Sasa, dan Tubo.

Musyrifa menjelaskan, program RTLH Maluku Utara tahun 2026 menyasar sebanyak 1.200 unit rumah yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 150 unit merupakan pembangunan rumah baru, 725 unit untuk peningkatan atau rehabilitasi rumah, sementara 325 unit diperuntukkan bagi pembangunan dapur.

"RTLH tahun 2026 jumlah unitnya 1.200 yang terdiri dari 150 bangun baru, kemudian 725 peningkatan atau rehab dan 325 untuk dapur," jelasnya.

Menurutnya, progres pengerjaan RTLH saat ini terus menunjukkan perkembangan. Sekitar 30 hingga 40 persen dari total pekerjaan telah mencapai progres 100 persen.

Sementara sekitar 60 persen lainnya telah berada pada tahap menuju penyelesaian dengan progres sekitar 70 hingga 80 persen.

"Sejauh ini progres yang telah mencapai 100 persen itu sekitar 30 sampai 40 persen. Selebihnya yang sudah OTW ke 100 persen itu 70 sampai 80 persen, ada kurang lebih 60 persen lah," ujarnya.

Dinas Perkim, kata Musyrifa, akan terus mengejar penyelesaian seluruh target hingga akhir tahun anggaran. Ia berharap seluruh 1.200 unit RTLH dapat diselesaikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

"Dan sisanya akan kita kebut sampai nanti di akhir tahun anggaran. Diharapkan 1.200 itu bisa terpenuhi sesuai dengan apa yang menjadi standar operasional prosedurnya," katanya.

Selain menggunakan anggaran pemerintah, program RTLH di Maluku Utara juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Musyrifa menyebut sejumlah perusahaan yang memberikan dukungan antara lain BNI, Bank BTN, Semen Tonasa, dan Cat Avian.

"CSR alhamdulillah banyak. CSR kita dari BNI, kemudian dari Bank BTN, kemudian kita dapat dukungan juga dari Semen Tonasa, kemudian ada juga dari Cat Avian," ungkapnya.

Namun, dukungan CSR tersebut tidak diberikan secara merata untuk seluruh rumah penerima program RTLH. Penentuan bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk kondisi wilayah dan besaran anggaran yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Tidak semua. Jadi kita lihat yang ada kabupaten-kabupaten terjauh, kemudian harga-harga dari satu kabupaten dengan kabupaten yang lain jelas berbeda," jelas Musyrifa.

Karena itu, pihaknya akan melakukan penyesuaian berdasarkan RAB masing-masing lokasi untuk menentukan rumah yang membutuhkan dukungan CSR.

"Nanti kita lihat RAB yang memang dirasa perlu untuk ada support dari CSR akan kita lakukan," pungkasnya.

Musyrifa juga menegaskan bahwa program RTLH tahun 2026 hanya dialokasikan melalui anggaran induk dan tidak mendapat tambahan melalui anggaran perubahan, mengingat keterbatasan waktu pelaksanaan. (nar) 

Komentar

Loading...