HUT RI di Pulau Rao Morotai, Kadikbud Jadi Irup Sekaligus Bawa Bantuan Komputer Gubernur untuk Sekolah

IMG 20260817 WA0034
Kadikbud Abubakar Abdullah saat jadi inspektur upacara HUT RI ke 81 di SMA Kristen Posi-Posi Rao, Pulau Rao.

Sofifi, malutpost.com -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut), Abubakar Abdullah, menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Kristen Posi-Posi Rao, Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai.

Upacara yang berlangsung pagi tadi di wilayah terpencil tersebut diikuti para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA, para guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara bersama Cabang Dinas Pendidikan Pulau Morotai.

Kehadiran Kadikbud Malut di Pulau Rao merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Pemerintah provinsi ingin memastikan momentum kemerdekaan tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat pemerintahan, tetapi juga anak-anak sekolah di wilayah kepulauan dan terpencil.

“Kami ingin anak-anak di pulau terpencil merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Negara hadir dan pemerintah hadir bersama mereka,” tegas Abubakar, Senin (17/8/2026).

Untuk mencapai SMA Kristen Posi-Posi Rao, rombongan Dikbud Malut harus menempuh perjalanan panjang. Dari Sofifi menuju Tobelo dan Daruba kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, sekitar 1,5 jam.

Ia menceritakan, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan perahu menuju Pulau Rao. Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan nyata akses pendidikan di wilayah kepulauan Maluku Utara. SMA Kristen Posi-Posi Rao, kata Abubakar, tidak hanya menampung siswa dari wilayah setempat. Sejumlah pelajar berasal dari pulau-pulau tetangga dan harus menyeberangi laut menggunakan perahu untuk bersekolah.

“Bagi mereka, pergi ke sekolah bukan perkara sederhana. Mereka harus menyeberangi laut. Tetapi semangat mereka untuk belajar tidak pernah surut,” ujar Abubakar.

Menurut Abubakar, pelaksanaan upacara kemerdekaan di wilayah terpencil bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran pemerintah di tengah pelajar menjadi bagian penting dalam menanamkan nasionalisme sekaligus memastikan anak-anak di pelosok merasakan kehadiran negara.

“Di pulau terpencil kita kibarkan Merah Putih, di sekolah kita tanamkan nasionalisme. Laut boleh memisahkan pulau, tetapi tidak boleh memisahkan cita-cita anak-anak Indonesia,” ujar Abubakar.

Ia menegaskan, anak-anak di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi. Karena itu, pemerataan layanan pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil.

Tak hanya mengikuti upacara, Pemprov Malut melalui dinas pendidikan juga membawa bantuan komputer dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk SMA Kristen Posi-Posi Rao, serta sekolah lainnya, termasuk SMA dan SMA BPD Leo-Leo, Kecamatan Morotai Selatan.

“Kami datang bukan hanya untuk upacara. Kami ingin melihat langsung kondisi sekolah, mendengar kebutuhan anak-anak dan guru, serta membawa dukungan yang bisa membantu proses pembelajaran," kata Abubakar. (nar) 

Komentar

Loading...