Satu Panggung, Seribu Talenta: Wagub Sarbin Tegaskan Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya

IMG 20260812 WA0008
Wagub Maluku Utara, Sarbin Sehe bersama para pejabat pemprov memeriahkan acara satu panggung seribu talenta di Sofifi.

Sofifi, malutpost.com -- Semangat kemerdekaan di Sofifi tidak hanya dirayakan dengan seremoni. Ratusan pelajar dan generasi muda Maluku Utara menghidupkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kreativitas dan seni.

Semangat itu terangkum dalam pentas “Satu Panggung Seribu Talenta” yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.

Selama tiga hari, panggung tersebut menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Maluku Utara.

Beragam pertunjukan ditampilkan pemprov mulai dari baca dan musikalisasi puisi, monolog, orasi kebangsaan, menyanyi solo, tarian tradisional, musik etnik, mendongeng, teater hingga stand up comedy.

Antusiasme sekolah juga terlihat kuat. Hampir seluruh sekolah di Maluku Utara mengirimkan peserta untuk tampil di atas panggung.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan pemerintah tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Pemerintah, kata dia, harus memastikan ruang bagi kreativitas generasi muda terus terbuka.

“Kita ingin memastikan setiap kegiatan positif yang tumbuh di tengah masyarakat mendapat ruang dan dukungan. Pemerintah hadir untuk membuka ruang itu, terutama bagi generasi muda untuk berkarya dan berkembang,” kata Sarbin, Selasa (11/8/2026).

Sarbin menilai mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal. Seni, budaya dan kreativitas merupakan bagian penting dari cara generasi muda menunjukkan kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat.

“Perjuangan untuk meraih kemerdekaan tidaklah mudah. Karena itu, tugas kita hari ini adalah mengisinya dengan hal-hal yang positif, yang membangun, dan yang memberi manfaat,” tegasnya.

Menurut Sarbin, panggung seni seperti ini bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, menjadi ruang pembentukan karakter, keberanian dan kepercayaan diri bagi anak-anak muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan pentas tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga seni dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

"Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk mengenal, mencintai dan mengekspresikan budaya mereka. Antusiasme sekolah menunjukkan bahwa potensi itu sangat besar,” pungkasnya. (nar) 

Komentar

Loading...