KKN Unkhair di Ubo-Ubo Berdayakan Ibu Rumah Tangga Lewat Inovasi Furniture Polish Ramah Lingkungan

IMG 20260714 WA0002
Pose bersama Dosen Pembimbing Lapangan dengan Mahasiswa KKN Unkhair di lokasi kegiatan, Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan.

Ternate, malutpost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) Tahap I Kelurahan Ubo-Ubo bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menggelar pelatihan pembuatan furniture polish ramah lingkungan berbahan limbah rumah tangga di Kantor Lurah Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberdayakan ibu rumah tangga melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomi. Pelatihan yang mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga melalui Inovasi Produk Furniture Polish Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Rumah Tangga" ini, dihadiri Ketua PKK Kelurahan Ubo-Ubo, kelompok ibu rumah tangga, perangkat RT/RW, pegawai kelurahan, Ketua Kelompok Mahasiswa KKN Yuliasta serta mahasiswa KKN Unkhair lainnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak kelurahan yang mengapresiasi inisiatif Unkhair menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang dinilai mampu menjawab kebutuhan warga.

Selanjutnya, tim pengabdian memaparkan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga melalui konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual.

Ketua Tim Pengabdian Dr. Nurlaila, SE., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat. Limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi furniture polish yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi produk usaha rumahan," ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, kata dia, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan penerapan ekonomi sirkular, tetapi juga mempraktikkan langsung cara membuat furniture polish menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

Nurlaila menjelaskan, bahan utama yang digunakan dalam praktik adalah minyak jelantah yang telah melalui proses pengolahan sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, minyak jelantah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti biodiesel, sabun, pelumas, hingga berbagai produk rumah tangga lainnya.

"Karena itu, limbah rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai sampah, tetapi dapat menjadi bahan baku produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi," tuturnya.

Menurut dia, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume limbah rumah tangga, tetapi juga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan ibu rumah tangga.

"Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga," tutupnya.

Pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan produk. Mereka juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan limbah rumah tangga di lingkungan masing-masing.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru dari pelatihan tersebut.

"Selama ini kami belum mengetahui bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Pelatihan ini memberikan keterampilan baru yang bisa kami praktikkan di rumah, bahkan berpotensi menjadi usaha tambahan untuk membantu ekonomi keluarga," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Unkhair Tahap I Kelurahan Ubo-Ubo, Dosen Pembimbing Lapangan, tim pengabdian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kelompok masyarakat yang lebih mandiri, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan.

Inovasi furniture polish ramah lingkungan menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah rumah tangga tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (cr-01)

Komentar

Loading...