Wali Kota Ternate Hadiri Dialog Kota Tangguh bersama Wamen Koordinator Bidang Pangan

IMG 20260702 WA0078
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman (batik hijau) saat menghadiri Dialog Kota Tangguh dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026). 

Medan, malutpost.com – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman bersama 97 wali kota dari seluruh Indonesia menghadiri Dialog Kota Tangguh bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Dialog forum nasional yang mengusung tema “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat”, ini menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi dalam membangun kota yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman menyampaikan bahwa mewujudkan kota tangguh tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media hingga masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.

“Kuncinya kolaborasi agar kota tangguh bisa terwujud. Kita Pemerintah Kota Ternate juga turut berkontribusi mewujudkan itu (kota tangguh) dan bangsa yang berdaulat,” ujar Tauhid.

Ia menjelaskan, ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan fisik semata, tetapi juga ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan, kesiapan menghadapi bencana, kemampuan memperkuat perekonomian masyarakat, serta tingginya partisipasi warga dalam proses pembangunan.

“Ketangguhan kota harus dibangun secara menyeluruh dengan didukung seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa penguatan kota tangguh menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pada masa mendatang.

Menurut Hanif, perubahan iklim, pertumbuhan jumlah penduduk, hingga ketidakpastian ekonomi global menuntut setiap pemerintah kota memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus membangun sistem perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kota yang tangguh bukan hanya mampu menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.

Hanif menambahkan, pemerintah kota merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dari berbagai risiko yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Karena itu, konsep kota tangguh harus diwujudkan melalui pembangunan yang terpadu, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penerapan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. (van)

Komentar

Loading...