Gubernur Sherly Dorong Modernisasi Nelayan Malut, Target 1.000 Mesin Kapal per Tahun

Ternate, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui modernisasi sektor perikanan, baik dari sisi hulu maupun hilir.
Hal itu disampaikan Gubernur Sherly saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sekaligus pelantikan pengurus DPD HNSI sejumlah wilayah, yang dipusatkan di Lapangan Perikanan Nusantara Ternate.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP HNSI Herman Herry beserta jajaran pengurus pusat.
Gubernur Sherly memaparkan besarnya potensi perikanan di Maluku Utara yang mencapai sekitar Rp10 triliun per tahun. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum tergarap optimal akibat sejumlah kendala klasik, seperti keterbatasan permodalan dan alat tangkap nelayan.
“Tidak ada gunanya potensi laut yang begitu besar jika nelayan Maluku Utara tidak memiliki alat tangkap. Oleh karena itu, melalui APBD Induk 2026, kami menyiapkan 450 unit mesin tempel berkapasitas 15 dan 20 PK untuk nelayan," tegas Sherly di hadapan ratusan nelayan, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemprov Malut juga melakukan inovasi pembiayaan dalam pengembangan sektor perikanan. Jika pada 2025 pemerintah daerah memberikan bantuan kapal secara langsung kepada 220 nelayan, maka pada 2026 skema bantuan dialihkan melalui kerja sama dengan bank-bank Himbara menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ia menjelaskan, dalam skema itu anggaran pemerintah difokuskan untuk pengadaan mesin kapal, sementara pembangunan kapal dibiayai melalui KUR yang diakses oleh nelayan.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjaring sekitar 700 nelayan sejak sosialisasi dimulai pada Maret lalu. Dari jumlah itu, 300 nelayan telah mencairkan KUR dan kapalnya sudah rampung.
Pada momentum HUT HNSI tersebut, Gubernur Sherly bersama pengurus HNSI juga menyerahkan secara simbolis bantuan mesin tempel kepada 10 perwakilan nelayan.
"Target kami melalui APBD Perubahan dan optimalisasi CSR, setiap tahun kita bisa membantu hingga 1.000 nelayan untuk mesin kapal," ujarnya.
Selain itu, pemprov juga berkomitmen meningkatkan akses nelayan terhadap BBM subsidi dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN) di setiap titik Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas pendukung lain seperti cold storage berkapasitas 10 ton dan pabrik es 3 ton juga akan disiapkan untuk menjaga stabilitas harga hasil tangkapan.
Sherly juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki infrastruktur jalan di kawasan kampung nelayan guna meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi hasil perikanan.
Di sektor perlindungan tenaga kerja, turut memfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi nelayan pada tahun pertama sebagai bentuk perlindungan risiko kerja di laut.
Sebelum acara utama, kegiatan diawali dengan aksi Gerakan Nasional Bersih Laut bersama komunitas lingkungan Pandawara Group di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Dalam kesempatan itu, Pandawara Group menyerahkan buku komik bertajuk “Pandawara Comicbook: Petualangan Melawan Sampah” kepada Sherly Tjoanda sebagai simbol kolaborasi menjaga kelestarian laut.
Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, memberikan apresiasi atas berbagai program yang dijalankan Pemprov Maluku Utara. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan nelayan.
"HNSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program ekonomi biru," ujarnya.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan sejumlah Ketua DPD HNSI masa bakti 2025–2031 untuk beberapa provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Papua Selatan, Papua, dan Jawa Barat. (nar)



Komentar