Dubes Tiongkok dan Menteri Transmigrasi Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara

IMG 20260603 WA0069
Wagub Malut Sarbin Sehe saat menyambut kunjungan Duta Besar RRT Wang Lutong dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman.

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah terus membuka peluang investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan kawasan transmigrasi.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong, bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara ke PT Natural Indococonut Organik (NICO) di Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (3/6/2026).

Kedatangan rombongan disambut Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad. Prosesi penyambutan diawali dengan pengalungan syal sebagai bentuk penghormatan adat Maluku Utara.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman menegaskan, bahwa kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang berperan besar dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan transmigrasi.

"Sesuai arahan Presiden dalam Asta Cita, Kementerian Transmigrasi mendapat tugas mempercepat industrialisasi dan hilirisasi di kawasan transmigrasi," kata Iftitah.

Menurutnya, program hilirisasi akan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani melalui pengembangan berbagai produk turunan kelapa. Produk tersebut meliputi virgin coconut oil (VCO), santan, gula kelapa, nata de coco, arang dan briket tempurung, cocopeat, serat sabut, hingga produk pangan dan kosmetik berbasis kelapa.

Selain pengembangan industri turunan, pemerintah juga akan memperkuat sistem pascapanen serta membuka akses pasar domestik dan ekspor guna meningkatkan daya saing produk kelapa Indonesia.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyambut positif dukungan Kementerian Transmigrasi dan Pemerintah Tiongkok terhadap pengembangan sektor kelapa di daerahnya.

Ia menilai program industrialisasi dan hilirisasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan harga beli kelapa di tingkat petani serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Iftitah juga mengungkapkan rencana pembentukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang akan mengikuti pelatihan pengembangan kawasan transmigrasi dan pengentasan kemiskinan di China.

"Sebanyak 36 peserta akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot yang nantinya bertugas di 53 kawasan transmigrasi di Indonesia,” jelasnya.

Usai pertemuan, Menteri Transmigrasi, Duta Besar RRT, dan jajaran pemerintah daerah melakukan factory tour untuk melihat langsung proses produksi di PT Natural Indococonut Organik.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya menjajaki kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok di bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, dan pengembangan pariwisata sejalan dengan program Asta Cita pemerintah. (nar)

Komentar

Loading...