Menghadapi Multi-Hazard Events di Pulau Ternate

Mohammad Ridwan Lessy

Selain itu, cuaca ekstrim (angin kencang) yang mengakibatkan gelombang ekstrim dan abrasi di wilayah kelurahan Sulamadaha tahun 2020, kelurahan Sangaji, kelurahan Gamalama hingga kelurahan Kota Baru pada tahun 2021.

Selanjutnya bencana gempabumi di laut Halmahera telah memicu gelombang tsunami serta letusan gunung Gamalama pada tahun 1871 yang membangkitkan tsunami di kelurahan Loto dan sekitarnya.

Pergeseran potensi bahaya ini diperkirakan akan lebih intens dimasa depan mengingat meningkatnya suhu bumi dan pergerakan lempeng yang terus terjadi.

Menghadapi Multi-Hazard Event di Ternate

Saat ini, pemahaman semua orang akan multi-hazard events sangat diperlukan agar bisa menyusun strategi untuk menghadapinya.

Pemahaman ini diawali dengan penyusunan peta-peta bahaya baik untuk setiap bahaya tunggal yang berpotensi terjadi di Kota Ternate maupun peta-peta multi-hazard yang memperlihatkan interaksi antar bahaya.

Peta-peta ini harus disediakan olah pemerintah dan disebarluaskan kepada seluruh masyarakat baik yang menetap maupun yang akan berkunjung di Kota Ternate.

Pemahaman akan peta-peta bahaya ini akan membawa kita untuk bisa mengidentifikasi setiap tempat tinggal, fasilitas dan infrastruktur dengan karakter potensi bahaya yang dihadapi. Mengingat bahwa setiap Lokasi kelurahan memiliki potensi bahaya yang berbeda-beda.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...