Refleksi Kota Maba yang Nyaris Sunyi
“Kota Imajener”

Karena tidak ada nuansa; " The Entertaiment Capital" (Ibu kota hiburan) dan juga tidak mencirikan "Capital Of The mind (Kota pikiran) yang tumbuh diruang publik, yang ada hanyalah "Taman Woyo Gula", sebagai ruang menghilang penat atau sekedar duduk dan mampir mengambil potret gambar.
Taman Woyo gula tak ubahnya sebagai taman biasa tidak ada yang istimewah dikota ini. Saya, sering jenu ketika beraktivitas dikota ini. Siapa saja pasti merasakan hal yang sama.
Untuk menciptakan kota maba yang maju dan berkelanjutan sekaligus menjadikan style kota yang sebenarnya sebagai "Kota smart City", solusinya hanya satu, pemerintah daerah sudah harus mendorong percepatan pendirian kampus sebagai "center of civilization of the mind" ( Pusat Peradaban Pikiran).
Dari situlah, kita dapat mewujudkan Kota maba tidak hanya sebagai "kota smart city ", akan tetapi juga sebagai "The Entertaiment Capital Of the World", (Kota Hiburan dunia).
Karena mobilitas pendudukan makin pesat dari situlah, akan tumbuh perputaran ekonomi baru bagi masyarakat kota dan berdampak pada lapisan masyarakat pedesaan dikabupaten Halmahera Timur. (*)


Komentar