Iran: Dari Rekonfigurasi Ekonomi Global hingga Transformasi Tata Dunia

Dr. Abd. Rahman, S.S., M.Si

Dalam konteks Iran, ekonomi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi politik yang lebih luas.

Sanksi internasional yang diberlakukan sejak lama oleh Barat, terutama Amerika Serikat, telah memaksa Iran mengembangkan model ekonomi semi-otarkis.

Namun, berbeda dengan asumsi klasik bahwa isolasi akan melemahkan negara, Iran justru menunjukkan kemampuan adaptif.

Hal ini sejalan dengan temuan dalam studi oleh World Bank yang menyebut bahwa negara dengan tekanan eksternal tinggi cenderung mengembangkan “informal resilience mechanisms” (World Bank, 2020:112).

Lebih jauh, Iran memanfaatkan pergeseran menuju dunia multipolar. Hubungan ekonomi dengan China dan Rusia menjadi alternatif terhadap dominasi Barat.

Dalam kerangka ini, teori “South-South Cooperation” menjadi relevan. Samir Amin menyatakan bahwa “peripheral nations can challenge global hierarchy through strategic alliances” (Amin, 2010:45). Iran memanfaatkan ruang ini untuk keluar dari isolasi ekonomi.

Namun, harus diakui bahwa ekonomi Iran tetap menghadapi kontradiksi internal. Inflasi tinggi, depresiasi mata uang, dan pengangguran menjadi tantangan serius.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...