Pemprov Malut Bahas Pengembangan SPPG, Listrik dan Sinyal Masih Jadi Kendala

IMG 20260505 WA0012
Sekprov Malut, Samsuddin A Kadir. (Foto: malutpost.com)

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong percepatan pemenuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersedia baru mencapai 68 unit.

Namun saat ini, jumlah tersebut telah bertambah menjadi 108 SPPG.

"Dan sementara dalam proses ada 61. Kita berharap tahun ini Maluku Utara bisa punya 169 SPPG," kata Samsuddin, Selasa (5/5/2026).

Selain itu, terdapat juga 175 SPPG yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), namun hingga kini belum beroperasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 SPPG telah terverifikasi dan tinggal menunggu pelaksanaan.

"Titiknya ada 175, kemudian ada 33 yang sudah terverifikasi tinggal menunggu pelaksanaan. Itu yang diharapkan mudah-mudahan bisa segera terlaksana," tambahnya.

Dari sisi penerima manfaat, kata Sekprov terjadi lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, jumlah penerima manfaat program MBG tercatat sekitar 127 ribu orang. Sementara tahun ini telah mencapai 240 ribu penerima.

Pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut bisa meningkat 300 ribu hingga 400 ribu penerima manfaat, seiring dengan penambahan dan operasionalisasi SPPG baru.

"Kita berharap bisa mencapai 300 sampai 400 ribu penerima manfaat kalau semua SPPG tambahan 61 dan yang 175 itu bisa berjalan," jelas Samsuddin.

Dalam upaya percepatan ini, Pemprov Maluku Utara juga membahas berbagai kendala yang masih dihadapi, seperti ketersediaan listrik, jaringan telekomunikasi, serta kebutuhan bahan baku untuk mendukung operasional SPPG.

"Masalah-masalah itu telah kita bahas listrik hingga ketersediaan bahan baku nya," pungkasnya. (nar)

Komentar

Loading...