Gubernur Wujudkan Konektivitas, KM Tatamailau Berlayar Perdana dari Tobelo

Tobelo, malutpost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) terus memperkuat konektivitas antarpulau melalui jalur laut. Salah satu langkah konkret ditunjukkan dengan mewujudkan pelayaran perdana KM Tatamailau yang dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Kamis, 30 April 2026.
Kapal yang berlabuh ini disambut langsung Bupati Halut Piet Hein Babua, Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Asisten III Gubernur Sukur Lila, Plt Kepala Dinas Perhubungan Malut Dedy Kotambunan, Forkopimda Halut dan jajaran terkait lainnya di Pelabuhan Tobelo.
Kehadiran kapal milik PT Pelni tersebut menjadi bagian dari realisasi komitmen Gubernur Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam memperluas akses transportasi laut. Sekaligus memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Malut Dedy Kotambunan mengatakan, masuknya KM Tatamailau ke Pelabuhan Tobelo merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Malut, Pemerintah Kabupaten Halut, Kementerian Perhubungan, dan PT Pelni.
“Ini juga merupakan bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung visi Gubernur untuk memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya kepada malutpost.com, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, rute pelayaran KM Tatamailau terbilang strategis karena menghubungkan Tobelo secara langsung dengan sejumlah daerah tujuan, yaitu Bitung, Ambon, hingga Sorong.
“Dengan adanya rute langsung ini, masyarakat tidak lagi harus transit di Ternate. Ini tentu akan memangkas waktu tempuh sekaligus menekan biaya perjalanan,” jelas Dedy.
Menurutnya, kehadiran kapal tersebut juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Halmahera Utara.
“Konektivitas yang makin baik akan membuka peluang distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Lebih jauh, Dedy menyebut penguatan sektor transportasi laut ini juga sejalan dengan program strategis Trans Kieraha yang diusung Pemprov Malut. Program tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan jalur penghubung antarwilayah di Pulau Halmahera.
“Komitmen Ibu Gubernur jelas, bagaimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Malut bisa dirasakan merata hingga ke wilayah terpencil melalui dukungan infrastruktur transportasi yang andal,” ucapnya.
Selain KM Tatamailau, lanjut dia, sebelumnya kapal perintis KM Sabuk Nusantara 115 juga telah lebih dulu melakukan pelayaran perdana di Pelabuhan Galela pada 15 Januari 2026.
“Pelayaran KM Tatamailau ini menjadi catatan sejarah baru bagi Kabupaten Halut dan diharapkan menjadi awal dari peningkatan konektivitas yang lebih luas ke depan,” pungkas Dedy. (cr-01)


Komentar