Omong Kosong Visi Agromaritim Bassam-Helmi

Dalam empat tahun terakhir, laut Halsel mencatat korban jiwa akibat kapal tenggelam. Jalur darat strategis masih menyisakan persoalan.
Sungai tanpa jembatan menghambat rujukan medis. Distribusi bahan pokok masih rentan terhadap gangguan pelayaran. Semua fakta ini berada dalam satu wilayah yang sama.
Masyarakat Halmahera Selatan tidak menilai pembangunan dari istilahnya. Mereka menilai dari pengalaman sehari hari. Apakah mereka bisa menyeberang dengan aman.
Apakah ambulans bisa melaju tanpa hambatan. Apakah harga bahan pokok stabil meski ombak tinggi. Apakah ibu hamil bisa sampai ke rumah sakit tanpa tertahan banjir.
Visi yang besar memang penting. Tetapi yang lebih penting adalah konsistensi menyelesaikan masalah mendasar. Pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan sensitivitas khusus. Ia tidak bisa dipukul rata dengan pendekatan wilayah daratan luas yang memiliki banyak alternatif jalur.
Halmahera Selatan membutuhkan sistem transportasi laut yang benar benar aman. Membutuhkan jalan lintas yang kokoh dan tahan cuaca.
Membutuhkan jembatan permanen di titik sungai rawan. Membutuhkan penguatan distribusi pangan lokal agar tidak selalu bergantung pada kapal yang bisa saja tertunda karena gelombang.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar