Omong Kosong Visi Agromaritim Bassam-Helmi

Bayangkan posisi keluarga pasien. Di satu sisi laut tidak bisa dilalui. Di sisi lain sungai meluap tanpa jembatan. Di tengah situasi itu ada nyawa yang dipertaruhkan.
Pembangunan dalam bentuk apa pun tidak akan berarti jika pada momen krusial seperti itu sistem tidak mampu menjamin akses cepat dan aman.
Masalah berikutnya adalah distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian. Pasokan beras, gula, dan sejumlah bahan pokok di Bacan dan wilayah sekitarnya masih banyak bergantung pada distribusi melalui jalur laut.
Ketika gelombang tinggi dan kapal distribusi tertunda, pasokan ikut tersendat. Harga bisa mengalami kenaikan. Ketersediaan menipis di tingkat pengecer.
Artinya, meskipun memiliki potensi pertanian, sistem ketahanan pangan lokal belum sepenuhnya stabil. Produksi mungkin ada, tetapi distribusi dan logistik belum sepenuhnya kuat untuk mengurangi ketergantungan pada suplai dari luar melalui jalur laut.
Agromaritim yang sejati bukan hanya soal menyebut potensi laut dan darat dalam satu kalimat. Ia menuntut integrasi. Pelabuhan rakyat harus tertib dan aman.Jalan penghubung antar desa harus mantap.
Jembatan di titik rawan banjir harus diprioritaskan. Sistem rujukan kesehatan harus dirancang dengan skenario darurat yang realistis. Distribusi hasil pertanian harus didukung oleh infrastruktur penyimpanan dan transportasi yang efisien.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar