Omong Kosong Visi Agromaritim Bassam-Helmi

Di titik ini, pertanyaan mendasar muncul. Apakah agromaritim hanya dipahami sebagai peningkatan produksi ikan dan hasil kebun, atau juga sebagai komitmen memperkuat keselamatan dan infrastruktur penunjangnya.
Laut di Halsel bukan sekadar ruang ekonomi. Ia adalah jalan raya utama. Anak sekolah, ibu hamil, pedagang kecil, semua bergantung pada perahu kayu dan longboat.
Dalam kondisi seperti itu, standar keselamatan seharusnya menjadi urusan utama, bukan tambahan. Pemeriksaan kelayakan kapal tidak boleh formalitas.
Batas jumlah penumpang harus ditegakkan. Edukasi terhadap nakhoda dan pemilik kapal harus berkelanjutan. Informasi cuaca harus menjadi rujukan mutlak, bukan sekadar imbauan. Namun persoalan tidak berhenti di laut.
Ketika laut tidak memungkinkan dilalui, jalur darat menjadi harapan. Di Pulau Bacan, jalan lintas Babang-Pigaraja-Wayaua adalah salah satu urat nadi penting.
Jalur ini menghubungkan desa desa dengan pusat pemerintahan dan layanan kesehatan di Labuha. Hasil kebun, bahan bangunan, kebutuhan pokok, serta pasien rujukan melewati jalan ini.
Jika jalan tersebut tidak benar benar mantap, maka efeknya berlapis. Kendaraan pengangkut hasil kebun membutuhkan waktu lebih lama.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar