DBH Sawit Raib: Tidore Tak Layak Bicara Pembangunan

Faktanya, angka yang fantastis ini mungkin dapat menyelesaikan berbagai masalah yang hadir di wilayah Kota Tidore.
Dalam kondisi ini, anggaran setengah miliar rupiah seakan tak ada artinya bagi wali kota dan jajarannya dalam mengurusi keuangan dan administrasi daerah.
Ini menjadi semacam ejakulasi dini bagi daerah yang terlalu berkoar-koar tentang pembangunan, walaupun pembangunan itu terkesan hanya berbentuk event seremoni belaka.
Kegagalan pencairan Rp250 juta bukan sekadar angka yang tertahan dalam laporan keuangan, melainkan potensi kesejahteraan yang hilang di tengah kebutuhan masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Dana sebesar itu dapat dialokasikan untuk perbaikan jalan lingkungan yang rusak, penguatan koperasi nelayan pesisir, atau bahkan dukungan permodalan bagi pelaku UMKM yang terseok.
Ia bisa menjadi stimulus kecil yang berdampak nyata bagi ekonomi lokal. Ketika dana itu gagal dicairkan, yang tertunda bukan hanya administrasi, tetapi denyut perbaikan layanan publik yang ditunggu warga.
Dalam konteks fiskal daerah, Rp250 juta memang bukan angka triliunan, tetapi cukup signifikan untuk program skala komunitas.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar