Jemaah Bertanya, Ustad menjawab

Bagaimana Ketentuan Fidyah bagi yang Tidak Mampu Berpuasa? Ini Penjelasannya

H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A
H. M. Thariq Kasuba, LC,. M.A

Ibnu Abbas berkata:

أَنْتِ بِمَنْزِلَةِ الَّذِي لَا يُطِيقُ، فَعَلَيْكِ الْفِدْيَةُ وَلَا قَضَاءَ عَلَيْكِ

"Engkau (ibu hamil/menyusui) kedudukannya sama dengan orang yang tidak mampu berpuasa, maka wajib bagimu fidyah dan tidak ada qadha bagimu."

  1. Orang yang Menunda Qadha: Orang yang punya utang puasa tahun lalu tapi belum dibayar sampai masuk Ramadan berikutnya tanpa uzur yang sah (wajib qadha + fidyah).

Berapa besaran fidyah?

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW menakarnya (Mud Nabawi):

​الْمُدُّ هُوَ مِلْءُ كَفَّيِ الرَّجُلِ الْمُتَوَسِّطِ

"Mud adalah sepenuh dua telapak tangan laki-laki ukuran sedang."

​Berdasarkan ketentuan umum (sayafi'i, maliki dan hanbali) besaran fidyah untuk satu hari puasa yang ditinggalkan adalah 1 Mud makanan pokok.

Satuan Estimasi Berat/Ukuran 1 Mud Sekitar 675-750 gram atau 0,7 kg beras (untuk satu hari puasa).

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, menggunakan ukuran 1/2 Sha' atau sekitar 1,6 kg s/d 3,25 kg gandum/beras.

Bolehkah Membayar fidyah dengan Uang?

​Mayoritas Ulama (Syafii, Maliki, Hanbali): Fidyah harus berupa makanan pokok (beras, gandum, dll).

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...