Rapuhnya Literasi dan Suburnya Investasi Bodong

Dr. Iswadi M. Ahmad

Konten materi keuangan dapat disisipkan dalam mata pembelajaran IPS, ekonomi, matematika, kewirausahaan, maupun pendidikan kewarganegaraan.

Pembelajaran tidak cukup bersifat teoritis, tetapi harus dikemas secara aplikatif melalui simulasi menabung, penyusunan anggaran sederhana, pengenalan investasi yang legal, hingga edukasi tentang bahaya investasi bodong.

Melalui pembelajaran yang kontekstual, siswa dapat memahami konsep uang, terlatih mengambil keputusan keuangan secara rasional.

Dari ruang-ruang kelas inilah fondasi literasi keuangan generasi masa depan dibangun, agar mereka tidak mudah tergoda janji keuntungan instan yang menyesatkan.

Lebih lanjut, pendidikan keuangan harus menjadi gerakan kolektif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Program Desa atau Kelurahan Cerdas Keuangan perlu dihadirkan sebagai inisiatif kolektif yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Program ini dapat difokuskan pada tiga aspek utama, yakni pengelolaan keuangan pribadi, manajemen keuangan rumah tangga, dan pemahaman dasar investasi.

Kegiatannya bisa dikemas dalam bentuk pelatihan, seminar komunitas, serta kelas edukasi yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...