Masa Depan Produksi Padi di Maluku Utara

Arlan Maulana Putra

Perubahan iklim telah menyebabkan perubahan pola cuaca yang tidak terduga, sehingga petani harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Harga jual maupun hasil panen yang tidak stabil, juga menjadi masalah besar. Serangan hama juga menjadi ancaman bagi produksi padi, karena dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani.

Tidak hanya di Sulawesi Selatan, di Maluku Utara juga mengalami hal sama, yaitu perubahan iklim, , serangan hama, dan hasil panen yang tidak stabil.

Hal ini bisa dilihat, dalam tiga tahun terakhir, produktivitas padi di Provinsi Malut terus menurun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, menunjukkan, luas panen padi menyusut dari 10.301 hektar pada 2021 menjadi 6.416 hektare pada 2023.

Produksi beras pun merosot hampir 45%, dari 43 ribu ton menjadi hanya 24 ribu ton. Padahal, berbagai inovasi pertanian telah diterapkan berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS.

Terjadi pergeseran puncak panen padi pada 2025, tahun 2024 dan 2023 puncak panen terjadi di bulan Februari, sedangkan di tahun 2025 ini terjadi pada bulan Januari, dengan luas panen mencapai 1.385 hektar.

Puncak panen padi pada Januari 2025 relatif lebih rendah atau turun sekitar 416 hektar (23,10 persen) dibandingkan Februari 2024. Realisasi panen padi sepanjang Januari?

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...