Mengenang Cendekiawan Lingkungan Hidup

Rimba Kata Hariadi Kartodihardjo

Buku setebal kurang lebih 500 halaman tersebut sangatlah istimewa. Bukan hanya karena datanya yang kaya, atau analisisnya yang mendalam, melainkan juga menyampaikan pesan reflektif yang layak disimak.

Tema-tema persoalan yang diangkat relevan dengan situasi saat ini. Naskah yang ditulis sistematik dan mudah dipahami. Kritik pemikiran dan kelembagaan dikedepankan dan dibahas mendalam.

Buku yang berisi 46 naskah tulisan tersebut secara tematis dikelompokkan dalam tujuh bab. Mulai dari isu terkait isu-isu pembangunan nasional bidang lingkungan hidup dan kehutanan, masalah transdisiplin dalam tata kelola lanskap, tenurial dan kawasan hutan, hingga masalah bad governance.

Adapun sejumlah naskah berupa kritik terhadap pemikiran yang menjadi dasar tindakan dalam pengelolaan hutan, sumber daya alam lainnya, serta lingkungan hidup.

Amal Ekologis Cendekiawan Lingkungan
“Slamatlah rakyatnya, slamatlah putranya, pulaunya, lautnya, semuanya. Majulah negrinya, majulah pandunya, Untuk Indonesia Raya….”.
Stanza ketiga lagu Indonesia Raya di atas, yang jarang didengar itu, dikutip Prof HK dalam salah satu bukunya yang berjudul “Dosa dan Masa Depan Planet Kita: Percikan Pemikiran tantang Tata Kelola, Kebijakan, serta Politik Kehutanan dan Lingkungan Hidup”, sebagai gambaran tentang visi ke depan planet kita atau lebih khusus lagi bumi Indonesia ke depan.

Buku yang diterbitkan pada 2021 lalu itu berisi kumpulan artikel yang tercecer di berbagai media massa yang mengulas tentang upaya membangun sinergitas dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Melalui buku tersebut kita ditunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya alam tak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan dan kompetensi teknis.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...