Sherly dan Wamen Kehutanan ke Pulo Tareba Kota Ternate, Sinyal hingga Air Bersih Jadi Sorotan

IMG 20261026 WA0036
Gubernur Sherly Tjaonda dan Wamen Kehutanan Rohmat Marzuki di Pulo Tareba, Kota Ternate. (Foto: malutpost.com)

Ternate, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda, menyoroti minimnya fasilitas penunjang ekowisata Pulo Tareba, Kota Ternate. Mulai dari akses air bersih, jaringan telekomunikasi hingga pasokan listrik. Sejumlah kebutuhan dasar dinilai perlu segera dibenahi agar potensi tempat wisata tersebut dapat dikembangkan secara optimal.

Hal itu disampaikan Sherly saat mengunjungi Pulo Tareba, Kelurahan Takome, bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan dan rombongan dalam agenda Merajut Kejayaan Rempah Indonesia melalui Perhutanan Sosial Inklusif, Senin (26/10/2026).

Menurut Sherly, Pulo Tareba telah menjadi salah satu lokasi ekowisata yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari menikmati matahari terbenam hingga berkemah. Keindahan alam dan pemandangan danau di kawasan tersebut menjadi daya tarik, khususnya bagi kalangan anak muda.

Namun, potensi itu belum sepenuhnya didukung fasilitas umum yang memadai.

"Tareba ini juga sudah dipakai menjadi ekowisata. Biasanya suka ada kegiatan di sini, ada sunset, ada camping. Hanya memang ternyata sinyalnya belum bagus, airnya belum bagus," kata Sherly di hadapan Wamen Kehutanan dan rombongan.

Karena itu, Sherly meminta Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak penyedia listrik dan jaringan telekomunikasi, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar di kawasan tersebut.

"Pak Kadis Kehutanan, untuk koordinasi dengan SDA dan PLN supaya listrik dan sinyal Telkomsel segera didatangkan di sini," tegasnya.

Selain jaringan komunikasi dan listrik, persoalan ketersediaan air bersih serta fasilitas kamar mandi juga menjadi perhatian. Sherly menyebutkan, peninjauan lanjutan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Sumber Daya Air (SDA), dan Dinas Pekerjaan Umum guna melihat langsung kebutuhan infrastruktur di lokasi.

Ia menilai, pembenahan fasilitas menjadi langkah penting agar Pulau Tareba tidak sekadar memiliki panorama alam yang menarik, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Sherly, ekowisata yang dikelola dengan baik berpeluang menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam waktu relatif singkat. Terlebih, Pulo Tareba sudah mulai dikenal luas dan memiliki daya tarik alam yang dapat dikembangkan.

Di hadapan Wamen Kehutanan, Sherly turut memperkenalkan keindahan danau serta panorama kawasan Pulo Tareba yang kerap menjadi pilihan untuk kegiatan berkemah.

"Cuma memang masih banyak PR fasilitas umum yang harus dikembangkan. Sekali lagi, saya mewakili Pemprov Maluku Utara dan masyarakat Maluku Utara, terima kasih karena telah memilih Maluku Utara sebagai pilot project perhutanan sosial dengan konsep pemberdayaan kebun perempuan," ujarnya.

Sherly berharap, pengembangan perhutanan sosial tidak hanya berorientasi pada upaya menjaga dan melestarikan hutan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Dengan dukungan infrastruktur dan pengelolaan yang tepat, Pulo Tareba diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan ekowisata yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Maluku Utara.(nar) 

Komentar

Loading...