Gubernur Sherly Siapkan Strategi Jangka Pendek hingga Panjang Atasi Kekurangan Dokter Spesialis

IMG 20260828 WA0020
Gubernur Sherly Tjoanda.

Ternate, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menyiapkan strategi jangka pendek, menengah hingga panjang untuk mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis di daerah.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan, untuk jangka pendek, Pemprov Malut akan mendapat dukungan tenaga spesialis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun rumah sakit pengampu.

Menurutnya, sejumlah rumah sakit rujukan nasional juga akan memberikan dukungan tenaga medis untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Maluku Utara.

“Tidak tunggu selesai belajar, jangka pendek kita dibantu. Dari Kemenkes mengirim tenaga-tenaga spesialis dan juga perjanjian kerjasama (PKS) ini pengampu. Kita juga dikirim tenaga-tenaga bantuan dari Rumah Sakit Harapan Kita, Cipto, Sutomo,” kata Sherly saat peresmian Gedung Jantung Terpadu RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Jumat (29/8/2026).

Sementara untuk jangka menengah, Pemprov Malut mulai mendorong putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis.

Sherly mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga 2026, dirinya telah memberikan rekomendasi kepada sekitar 34 dokter yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis.

“Untuk jangka menengah, tahun ini saja saya sudah tanda tangan rekomendasi untuk spesialis sekitar 30. Ini bukan bicara tentang jantung saja, berbagai macam bidangnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemprov Malut juga siap membantu mencarikan beasiswa bagi dokter yang bersedia mengabdi dan bertugas di Maluku Utara setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.

“Siapa pun yang mau menjadi dokter spesialis, butuh rekomendasi, butuh beasiswa, mau bertugas di Maluku Utara, saya bisa memberikan rekomendasinya,” tegas Sherly.

Untuk jangka panjang, pemerintah daerah akan menyiapkan sumber daya manusia sejak dari bangku SMA.

Sherly mengatakan, pihaknya akan melakukan kurasi terhadap siswa-siswi terbaik Maluku Utara yang memiliki potensi dan minat menjadi dokter. Mereka akan didorong untuk menempuh pendidikan kedokteran sejak jenjang awal hingga nantinya dapat melanjutkan ke pendidikan spesialis.

“Untuk jangka panjang akan kita kurasi dari SMA anak-anak putra-putri terbaik Maluku Utara yang berpotensi atau berminat untuk menjadi dokter. Kita siapkan mulai dari nolnya agar mereka bisa masuk menjadi dokter umum dulu dan kemudian akan dibantu sampai menjadi dokter spesialis,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kemandirian tenaga kesehatan di Maluku Utara, sehingga kebutuhan dokter spesialis tidak selamanya bergantung pada tenaga dari luar daerah.

Sherly juga menyebutkan, pada 2025 Kemenkes telah memberikan beasiswa kepada sejumlah tenaga dokter untuk mengikuti pendidikan spesialis. Sementara untuk alokasi beasiswa tahun 2026, ia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlahnya.

Namun lanjut Sherly, Pemprov Malut memastikan akan terus membuka ruang bagi dokter yang ingin mengambil pendidikan spesialis dengan syarat bersedia kembali dan mengabdi di Maluku Utara. (nar)

Komentar

Loading...