Wali Kota Ternate Ajak JKPI Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Digital

Ternate, malutpost.com -- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 resmi dibuka di Gamalama Ballroom, Hotel Bela, Kota Ternate, Jumat (28/8/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan Rakernas JKPI bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan, pengalaman, dan komitmen antarkota dalam menjaga sekaligus memanfaatkan warisan sejarah dan budaya sebagai bagian dari pembangunan.
Tauhid mengajak seluruh anggota JKPI memperluas cara pandang terhadap makna pusaka. Menurutnya, warisan pusaka tidak semestinya hanya dipahami sebagai peninggalan fisik masa lalu, seperti benteng, bangunan kuno, maupun situs bersejarah.
“Pusaka tidak hanya berupa benteng, bangunan, situs, atau benda bersejarah. Pusaka juga hidup dalam tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, pengetahuan lokal, lanskap, serta nilai-nilai budaya masyarakat kita,” kata Tauhid.
Ia menegaskan, pelestarian pusaka bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, tetapi merupakan upaya aktif untuk mempertahankan identitas sekaligus menyiapkan masa depan kota yang dinamis.
Menurutnya, pelestarian pusaka harus berjalan selaras dengan pembangunan agar keberadaan warisan budaya dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Integrasi tersebut, kata Tauhid, dapat dilakukan melalui sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pengembangan ruang publik, serta penguatan ekonomi lokal.
Di tengah perkembangan teknologi, Tauhid juga mendorong pendekatan baru dalam pengelolaan kota pusaka. Menurutnya, teknologi dan inovasi digital dapat menjadi instrumen penting untuk mendokumentasikan, mendigitalisasi, mempromosikan, sekaligus mewariskan kekayaan pusaka kepada generasi berikutnya.
“Di Kota Ternate sendiri, pusaka kami jadikan bagian dari pembangunan, sebagai sumber inspirasi generasi muda, penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata, serta kekuatan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tauhid menegaskan bahwa kekuatan utama JKPI berada pada jejaring dan kolaborasi antarkota.
“Setiap kota memiliki karakter, sejarah, dan tantangan yang berbeda. Namun, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga pusaka, merawat identitas, dan memastikan pembangunan kota berlangsung secara berkelanjutan,” kata Tauhid.
Melalui Rakernas XII JKPI di Ternate, ia berharap lahir berbagai kesepakatan, rekomendasi, dan kebijakan nyata yang dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah, komunitas, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda dalam melestarikan pusaka Nusantara.
Ia juga mengajak seluruh peserta memperkuat kolaborasi nasional untuk memastikan pembangunan kota-kota di Indonesia tetap memiliki akar sejarah dan identitas budaya yang kuat.
“Dari Ternate, kita rawat pusaka. Dari Ternate, kita kuatkan kolaborasi bersama. Dan dari Ternate, kita bangun masa depan kota-kota Indonesia. Karena Ternate Episentrum Rempah Dunia,” tandasnya. (van)



Komentar