Sekprov Malut: Literasi Kunci Hadapi Disrupsi Digital, Pemprov Gelar Senam Literasi

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) terus mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan pelajar.
Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Senam Literasi (SERASI) bertema "Gerak Sehat, Pikiran Hebat, Literasi Kuat" yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Provinsi Maluku Utara di halaman kantor Disarpus, Rabu (22/7/2026)
Kegiatan diikuti pimpinan OPD, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, anak-anak, hingga masyarakat umum. Selain senam bersama, acara juga diramaikan dengan lomba membaca nyaring, lomba resensi buku, serta program DWP Mengajar yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maluku Utara.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekpro) Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mengatakan literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.
"Di tengah era disrupsi saat ini, anak-anak tidak hanya dituntut tangguh, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Salah satunya melalui penguatan literasi," kata Samsuddin.
Ia mengingatkan, tantangan di ruang digital semakin kompleks. Menurutnya, berbagai konten negatif seperti hoaks, penipuan daring, perjudian online, eksploitasi seksual terhadap anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme digital menjadi ancaman yang harus diwaspadai.
"Karena itu literasi menjadi benteng penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menyaring informasi dengan baik," ujarnya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Maluku Utara, Muliadi Tutupoho, mengatakan kegiatan SERASI merupakan bagian dari program pemerintah untuk menggabungkan aktivitas fisik dengan kampanye peningkatan minat baca.
"Kami ingin menggabungkan kegiatan fisik yang sehat dengan pesan literasi yang kuat. Melalui senam bersama ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan," jelasnya.
Sementara itu, seorang peserta, Amrin, pelajar SMAN 5 Kota Tidore Kepulauan, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
"Senam literasi ini sangat menyenangkan. Selain berolahraga, kami juga mendapat banyak pengetahuan dari buku-buku yang ada di perpustakaan," ujarnya.
Sekprov mengajak masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar dan ruang edukasi bagi semua kalangan.
"Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan edukatif yang bisa dinikmati semua masyarakat. Pemprov akan terus menghadirkan program-program yang menarik untuk meningkatkan budaya literasi," pungkasnya. (nar)



Komentar