Sekda Ternate Buka Konfercab IV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama

IMG 20260713 WA0032
Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, saat sambutan.

Ternate, malutpost.com -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Ternate yang berlangsung di Aula MTs Negeri 1 Ternate, Kelurahan Dufa-Dufa, Senin (13/7/2026).

Konfercab yang mengusung tema "Menguatkan Tradisi, Menjaga Marwah, Demi Kemaslahatan Bangsa" itu menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku Utara yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, Amar Manaf, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate Salmin Abd. Kadir, mantan Rektor IAIN Ternate Prof. Dr. Radjiman Ismail, para pengurus NU, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rizal mengatakan Nahdlatul Ulama selama ini telah menunjukkan peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, memperkuat persatuan bangsa, serta merawat kerukunan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

"Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU senantiasa menjadi teladan dalam mengedepankan sikap toleran, sejuk, dan menghargai keberagaman," ujar Rizal.

Menurutnya, Kota Ternate yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni sosial. Dalam hal itu, NU dinilai memiliki kontribusi besar melalui dakwah yang menyejukkan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

"Keharmonisan yang selama ini terjaga merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi besar para ulama dan keluarga besar Nahdlatul Ulama," katanya.

Rizal menegaskan Pemerintah Kota Ternate memandang Nahdlatul Ulama sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, sinergi yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat, baik di bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan karakter generasi muda, maupun dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan beragama yang harmonis.

Ia menilai tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga berbagai persoalan perkotaan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi keagamaan.

"NU diharapkan terus hadir sebagai penguat nilai-nilai moral, menjaga persatuan, dan menjadi penggerak lahirnya generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, serta cinta tanah air," ujarnya.

Rizal juga menekankan pentingnya kaderisasi di tubuh Nahdlatul Ulama. Menurutnya, organisasi harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, integritas, dan akhlak yang baik untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.

"Roda pemerintahan dan kepemimpinan akan terus berjalan. Yang perlu kita siapkan hari ini adalah kader-kader yang berkualitas, memiliki akhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.

Ia turut menyinggung sejumlah persoalan sosial yang dihadapi Kota Ternate, salah satunya aktivitas pelajar di luar rumah hingga larut malam. Pemerintah Kota, kata Rizal, telah menerapkan kebijakan pembatasan jam malam bagi pelajar melalui Peraturan Wali Kota sebagai upaya melindungi generasi muda.

Namun, kebijakan tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan.

"Kami berharap program-program NU Kota Ternate dapat disinergikan dengan program pemerintah. Berbagai persoalan sosial tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak agar kebijakan yang diambil benar-benar berhasil," ucapnya.

Menutup sambutannya, Rizal berharap Konfercab IV PCNU Ternate menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta melahirkan kepengurusan yang mampu menjawab tantangan zaman. (van)

Komentar

Loading...