Tanam Mangrove dan Lepas Tukik Penyu di Pantai Wauwo, PLN UIP MPA Dukung Kolaborasi Konservasi Pesisir Berkelanjutan

Tobelo, malutpost.com – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak di Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) bersama Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera (Uniera), Kelompok Konservasi Burung Mamoa, masyarakat, dan pelajar melaksanakan aksi nyata konservasi pesisir melalui penanaman mangrove dan pelepasan tukik penyu ke habitat alaminya.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah pelepasan 21 tukik penyu yang berhasil ditetaskan setelah melalui proses pemeliharaan selama kurang lebih satu bulan.
Pelepasan tukik tersebut menjadi catatan positif bagi upaya konservasi satwa pesisir di Pantai Wauwo sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga habitat alami satwa dilindungi.
Selain itu, sebanyak 120 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di kawasan pesisir Pantai Wauwo sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pantai.

Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menyerap karbon biru (blue carbon), serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies pesisir dan laut.
Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera, Margaretha T. Tuny, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan kolaboratif.
"Konservasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda agar upaya pelestarian lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penanaman mangrove dan pelepasan tukik hari ini merupakan langkah kecil yang diharapkan memberikan dampak besar bagi masa depan ekosistem pesisir di Halmahera Utara," ujar Margaretha.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga diberikan oleh PLN UIP MPA yang selama beberapa tahun terakhir turut mendorong pelestarian lingkungan melalui Program Konservasi Burung Mamoa di Desa Mamuya. Program tersebut tidak hanya berfokus pada perlindungan spesies endemik Burung Mamoa (Eulipoa wallacei), tetapi juga mendorong pemulihan habitat dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis komunitas.

General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menegaskan bahwa keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
"PLN meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui dukungan terhadap berbagai program konservasi di Pantai Wauwo, kami ingin memastikan bahwa manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat hari ini, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang," ujar Raja.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa pelepasan tukik penyu dan penanaman mangrove menjadi indikator positif bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara konsisten mulai menunjukkan hasil yang nyata.
"Keberhasilan pelepasan 21 tukik penyu hari ini memberikan harapan baru bagi konservasi pesisir di Halmahera Utara. Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha bekerja bersama, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi lingkungan. PLN akan terus mendukung inisiatif-inisiatif yang memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan," tambahnya.
Baca halaman selanjutnya...



Komentar