Sherly Tjoanda Beberkan Tiga Strategi Besar Bangun Olahraga Maluku Utara 

IMG 20260529 WA0008
Sherly Tjoanda Beberkan Tiga Strategi Besar Bangun Olahraga Maluku Utara

Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pembinaan olahraga di Maluku Utara tidak boleh lagi berjalan tanpa arah dan target yang jelas.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata Sherly, menginginkan sistem olahraga yang benar-benar berorientasi pada hasil dan prestasi.

Penegasan itu disampaikan Sherly saat membuka kejuaraan bergengsi North Moluccas Taekwondo Championship Gubernur Cup I Tahun 2026 di Ternate, Kamis (28/5/2026).

Sherly membeberkan tiga poin taktis yang menjadi fokus utama Pemprov Maluku Utara dalam membangun sistem olahraga yang output-oriented, khususnya cabang Taekwondo.

Pertama, pembinaan usia dini secara berkelanjutan. Gubernur meminta Dinas Pemuda dan Olahraga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar Taekwondo dapat diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SD, SMP hingga SMA dengan memanfaatkan dana BOSDA secara optimal.

Kedua, standarisasi dan penerapan sport science. Pemprov mendukung penuh sertifikasi pelatih dan wasit secara berkala serta mendorong metode latihan berbasis sport science dan analisis SWOT untuk memetakan nomor-nomor unggulan pendulang medali.

Ketiga, peningkatan infrastruktur olahraga. Sherly memastikan Pemprov akan melakukan renovasi terhadap GOR Pemkot Ternate agar mampu menunjang intensitas kegiatan yang lebih tinggi. Bahkan, Pemprov juga mencanangkan pembangunan GOR skala nasional di Sofifi.

"Pesan saya kepada pengurus yang baru, jangan hanya menjadi pengurus administratif. Bangun trust antara atlet dan pengurus, ciptakan sistem yang konkret. Selama hasilnya nyata, Pemprov akan dukung penuh," tegas Sherly.

Gubernur juga mengapresiasi lonjakan prestasi Taekwondo Maluku Utara pada Kejuaraan Nasional di Kalimantan Timur baru-baru ini.

"Biasanya Maluku Utara berada di peringkat 36 atau 38. Namun kemarin kita berhasil menembus urutan 7 nasional. Ini prestasi yang sangat baik," ungkapnya.

Menurut Sherly, capaian tersebut membuktikan Maluku Utara tidak pernah kekurangan talenta muda berbakat. Persoalan utama selama ini, kata dia, hanya terletak pada lemahnya sistem pembinaan.

Karena itu, Pemprov Maluku Utara berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun melalui penguatan anggaran dan fasilitas olahraga.

Selain itu, Sherly juga mengingatkan para atlet agar tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin dan kejujuran dalam bertanding.

"Kalah atau menang itu bagian dari proses. Menang harus tetap rendah hati, dan kalau kalah tetap bermartabat lalu latihan lebih keras lagi," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Maluku Utara yang baru dilantik, Asadul Boyratan, optimistis Taekwondo Malut mampu menembus babak kualifikasi hingga tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya siap menerapkan sistem Total Quality Management dengan empat variabel utama organisasi, yakni komunikasi intensif, informasi yang transparan, keterbukaan sistem, dan akuntabilitas.

"Kita harus memiliki pelatih yang pintar, sehat dan kuat. Kalau kualitas SDM pelatihnya kuat, maka pembinaan atlet di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara akan berjalan maksimal dan melahirkan atlet-atlet berprestasi nasional hingga internasional," ujarnya.

Diketahui, turnamen regional tersebut diikuti sekitar 500 atlet muda dari kawasan Indonesia Timur. Peserta berasal dari empat Pengprov TI yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara sebagai tuan rumah.

Kejuaraan mempertandingkan kategori Pre-Cadet, Cadet dan Junior yang terbagi dalam kelas Pemula serta kelas Prestasi. (nar)

Komentar

Loading...