Jemaah Calon Haji Maluku Utara Bersiap Hadapi Puncak Ibadah di Armuzna

IMG 20260518 WA0010
(Ilustrasi)

Sofifi, malutpost.com -- Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) kondisi Jemaah Calon Haji (JCH) Maluku Utara dilaporkan dalam kondisi sehat.

Meski begitu jemaah diimbau tetap menjaga kondisi selama di tana suci, mengingat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi mencapai di atas 40 derajat Celsius.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara, Muhammad Zaber Wahid mengatakan, kondisi jemaah calon haji Maluku Utara hingga saat ini dalam keadaan sehat sambil menunggu jadwal keberangkatan menuju Arafah.

"Kondisi jemaah calon haji Maluku Utara dalam keadaan sehat sambil menunggu untuk menuju Arafah nanti," kata Zaber Wahid saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, untuk sementara para jemaah dianjurkan tetap berada di hotel guna menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji.

Ia menjelaskan, bagi jemaah yang merasa kuat dan dalam kondisi sehat diperbolehkan melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Namun demikian, jemaah diminta tetap memperhatikan kondisi cuaca yang sangat panas.

"Kalau yang merasa diri kuat atau dalam kondisi sehat bisa ke Haram, tapi melihat kondisi cuaca karena di Arab Saudi saat ini di atas 40 derajat. Kami hanya menganjurkan jemaah menjaga kondisi sambil salat di musalah atau di hotel saja dengan mempertimbangkan kondisi," ujarnya.

Zaber juga melaporkan bahwa jemaah haji Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter 13 dan Kloter 15 seluruhnya dalam kondisi sehat. Selain itu, para jemaah telah menyelesaikan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian rukun haji.

"Tinggal menunggu menuju Arafah dan rukun-rukun yang lain nanti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina kemudian melempar jumrah. Setelah puncak haji selesai baru dianjurkan mengerjakan umrah sunnah," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima jadwal resmi keberangkatan jemaah menuju Arafah.

"Kami belum dapat jadwal resmi. Namun karena 27 Mei merupakan Iduladha, berarti tanggal 26 Mei itu puncak Arafah," jelasnya.

Selain itu, hingga kemarin pihaknya menerima laporan ada satu jemaah yang dibawa ke rumah sakit untuk menjalani kontrol kesehatan.

"Sampai kemarin kami dapat informasi ada satu jemaah yang dibawa ke rumah sakit untuk kontrol saja," tambahnya.

Diketahui, wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 26 Mei 2026. (nar)

Komentar

Loading...