Gubernur Sherly Fokus Sinkronisasi Program dan Konektivitas Jalan di Musrenbang RKPD 2027

Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menegaskan fokus utama Pemprov Maluku Utara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 adalah sinkronisasi program kerja antar pemerintah daerah, terutama terkait pembangunan konektivitas jalan.
Hal itu disampaikan Sherly saat membuka Musrenbang RKPD 2027 yang dihadiri seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Maluku Utara di Sofifi.
Menurut Sherly, Maluku Utara saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 34 persen, sementara pada triwulan I tahun 2026 berada di kisaran hampir 20 persen, di atas angka nasional sebesar 5,6 persen.
"Fokus utama kita adalah sinkronisasi program kerja. Karena Maluku Utara memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi. Tahun 2025 di angka 34 persen, dan tahun 2026 triwulan I nasional 5,6 persen sementara kita hampir 20 persen," kata Sherly.
Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya dirasakan merata oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan konektivitas antarwilayah.
"Namun kita belum memiliki pemerataan. Pemerataan itu membutuhkan konektivitas. Karena itu kita duduk bersama membahas berapa ruas jalan provinsi yang belum selesai dan berapa ruas jalan kabupaten yang belum selesai," ujarnya.
Sherly menyebutkan, total ruas jalan yang belum terselesaikan di Maluku Utara mencapai sekitar 1.900 kilometer.
Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota akan membagi tanggung jawab pembangunan sesuai kewenangan masing-masing.
"Mana yang dikerjakan provinsi, mana yang dikerjakan kabupaten, dan mana yang kita minta melalui CSAR maupun IJD dari APBN," tegasnya.
Terkait program IJD, Sherly mengatakan seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara telah mengusulkan program tersebut dan kini tinggal menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat.
Selain itu, Sherly juga meminta seluruh kepala daerah segera menyelesaikan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Ada catatan beberapa daerah yang RPJMD-nya belum diunggah. Mohon para kepala daerah segera menyelesaikan," ujarnya.
Sherly menambahkan, sekitar 60 persen masyarakat Maluku Utara berprofesi sebagai petani. Karena itu, pembangunan konektivitas jalan dinilai sangat penting untuk mendukung distribusi hasil pertanian masyarakat.
"Dengan hadirnya konektivitas, para petani akan lebih mudah mengantarkan hasil pertanian mereka," pungkasnya.
Musrenbang RKPD 2027 tersebut dihadiri seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Maluku Utara. (nar)


Komentar