Hikmah Ramadan
Ramadan: Laboratorium Jiwa dan Kapasitas Manusia

Oleh: Heri Cahyo Bagus Setiawan
(Dosen Pengajar MSDM di FEB Universitas Negeri Surabaya)
Setiap tahun, saat Ramadan tiba, kehidupan masyarakat mengalami ritme yang berbeda. Lebih dari sekadar ibadah, bulan suci ini menghadirkan dinamika sosial yang kaya, di mana kapasitas manusia diuji, keterbedayaan diuji, dan kapasitas kolektif komunitas diuji.
Dari lapak takjil yang sederhana hingga interaksi di lingkungan rumah, Ramadhan menjadi laboratorium nyata untuk memahami bagaimana manusia belajar, berinteraksi, dan mengelola kapasitasnya dalam konteks sosial dan spiritual.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 10 Maret 2026
Fenomena yang paling mudah diamati adalah pasar takjil. Berbagai ruas jalan, halaman masjid, dan kawasan permukiman tiba-tiba menjadi ruang aktivitas yang hidup.
Lapak-lapak sederhana, gerobak, dan meja lipat menampilkan aneka kuliner berbuka: kolak, es buah, gorengan, bubur, kurma, dan kreasi baru yang lahir dari inisiatif individu.
Namun, di balik hiruk-pikuk itu, tersimpan pelajaran berharga tentang bagaimana manusia mengorganisasi diri, bekerja sama, dan memanfaatkan sumber daya yang terbatas.
Dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia, Ramadan menyoroti kemampuan manusia untuk mengatur diri dan beradaptasi dalam konteks sosial. Banyak pedagang musiman yang muncul selama bulan ini bukan profesional atau wirausahawan terlatih.
Mereka adalah ibu rumah tangga, karyawan, mahasiswa, dan anak muda yang belajar secara langsung bagaimana memulai usaha, menghadapi tantangan, dan melayani pelanggan.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar