Nama Jenderal Hoegeng Diabadikan di Mako Polda Maluku Utara

Ternate, malutpost.com -- Nama Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso, diabadikan di Markas Kepolisian Daerah (Mako) Polda Maluku Utara (Malut) di Sofifi, Ibu Kota Provinsi Malut.
Jenderal Hoegeng merupakan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) periode 1968-1971. Ia bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan sebuah simbol integritas, kejujuran dan kesederhanaan yang harusnya menjadi role model abadi bagi setiap anggota kepolisian, dari pangkat terendah hingga tertinggi.
Hoegeng lahir di Pekalongan tahun 1921, mengawali kariernya dengan bekal pendidikan hukum dan idealisme tinggi. Ia merupakan pejabat yang dikenal dengan gaya hidup yang sangat bersahaja.
Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono, mengatakan nama Jenderal Hoegeng ditulis di gedung Polda Malut dengan tujuan meningkatkan spirit, kejujuran, keberanian dan kesederhanaan bagi personel.
Sekaligus mengispirasi anggota Polda dan Polres jajaran untuk meneladani sosok Jenderal Hoegeng.
"Diharapkan polisi-polisi yang ada di Polda Maluku Utara ini, menjadi orang-orang yang terinspirasi dengan integritas, pelayanan dan kesederhanaan yang tinggi," kata Irjen Waris, Sabtu (28/2/2026).
Di era modern yang serba cepat dan penuh godaan ini Irjen Waris berharap, keteladanan Jenderal Hoegeng menjadi semakin relevan.
"Ketika institusi kepolisian dituntut untuk lebih transparan, akuntabel dan profesional hingga nilai-nilai yang diemban Hoegeng yaitu kejujuran, integritas, kesederhanaan serta keberanian menindak korupsi."
"Mari kita membangun kepolisian yang benar-benar mengabdi kepada rakyat, bukan pada kepentingan pribadi atau golongan," pungkasnya. (one)




Komentar