Pasien Hamil Tertahan Berjam-jam Akibat Banjir di Sungai Tanpa Jembatan, Halmahera Selatan

WhatsApp Image 2026 02 26 at 16.17.56
Warga saat membantu pasien hamil menyeberangi sungai dengan jonder rakitan. (Foto. Warga)

Halsel, malutpost.com -- Seorang Ibu hamil yang dirujuk dari Pondok Bersalin Desa (Polindes) Wayatim ke Puskesmas Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, dengan mobil avanza tertahan berjam-jam dalam perjalanan akibat banjir di sungai tanpa jembatan.

Pasien hamil bernama Wahyuni Hi Latif itu mulai dirujuk pada Kamis (26/2/2026), pukul 04:30 WIT.

Wati, Bidan Polindes Wayatim saat dikonfirmasi mengatakan, awalnya pasien dirujuk dari Desa Wayatim menggunakan long boat. Tapi karena cuaca laut kurang baik dan bergelombang, sehingga diputuskan singgah ke Desa Tomara untuk melanjutkan perjalanan dengan mobil.

"Jalur darat dengan mobil itu harusnya lebih cepat, tapi karena terkendala medan jalan dan Sungai yang banjir, sehingga pasien harus tertahan berjam-jam di tepi sungai Raim," katanya.

Menurut Wati, di tepi sungai tersebut kondisi pasien semakin kesakitan karena sudah mendekati waktu melahirkan. Ia pun memutuskan untuk mencari bantuan ke Desa Bibinoi dengan jalan kaki melewati banjir di Sungai Raim dan Sungai Bibinoi dengan jarak kurang lebih 3 kilometer.

"Saya putuskan tinggalkan pasien di mobil dengan suaminya dan supir, untuk mencari bantuan di Desa Bibinoi agar cepat dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas. Alhamdulillah saat tiba di Bibinoi, saya menemukan Jonder warga yang dirakit lebih tinggi untuk menyeberangi sungai," katanya.

"Dengan pemilik Jonder dan beberapa warga, kami langsung menuju ke sungai Raim untuk menjemput pasien. Kami akhirnya membawa pasien melewati sungai Raim dan sungai Bibinoi dan tiba di Puskesmas Bibinoi pukul 09:00 WIT," sambung Wati.

Ia menjelaskan, pasien dirujuk ke Puskesmas Bibinoi karena air ketubannya sudah pecah.

"Karena perjalanan yang sulit, bayi yang dilahirkan mengalami Asfiksia Neonatorum. Sehingga bayi tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Labuha untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih maksimal. Sementara ibu bayi masih menjalani perawatan di Puskesmas Bibinoi. Ibu bayi mengalami pendarahan, jadi masih dirawat di puskesmas," tuturnya.

Menurut Wati, kondisi rujukan pasien seperti ini sudah berulang kali terjadi. Bahkan ada sebagian pasien yang bayinya tak tertolong.

"Ini bukan baru pertama, tapi sudah berulang kali, dan ini dirasakan bukan hanya masyarakat Desa Wayatim, tapi juga masyarakat Desa Tomara, Tutupa dan Tabapoma. Paling tidak jembatan di Sungai-Sungai ini dibangun, biar akses masyarakat juga tidak terkendala, terutama membawa pasien yang gawat darurat," harapnya. (one)

Komentar

Loading...