Liberal Order dan Krisis Konsistensi Barat

IMG 20260109 WA0032

Catatan Atas Serangan Amerika Serikat ke Venezuela

Oleh: RULLY BABA

(Mahasiswa dan Penulis Lepas)

Seorang pengamat hubungan internasional pernah menulis:

"The liberal order is not being overthrown. It is being abandoned by its author."

Kalimat ini tepat: tatanan internasional yang dibangun oleh Barat—yang selama puluhan tahun diposisikan sebagai penjaga hukum, kebebasan, dan stabilitas global—tidak runtuh karena serangan pihak luar. Ia terguncang karena ditinggalkan oleh pihak yang mengklaim membangunnya sendiri. Serangan Amerika Serikat ke Venezuela, termasuk upaya penangkapan kepala negara secara sepihak, adalah contoh paling jelas. Dunia tidak menilai rezim yang diserang, melainkan perilaku pihak yang mengklaim diri sebagai penjaga aturan.

Liberal order adalah tatanan global yang muncul setelah Perang Dunia II, dengan tujuan memastikan negara-negara, termasuk yang kuat, bertindak sesuai aturan. Pilar utamanya meliputi:

Rule of law – hukum mengikat semua negara, termasuk yang berkuasa.

Kedaulatan dan non-intervensi – setiap negara memiliki hak menentukan jalannya sendiri; intervensi hanya melalui kesepakatan internasional.

Institusi multilateral – lembaga seperti PBB berfungsi menyelesaikan sengketa antarnegara.

Nilai liberal – hak asasi manusia dan kebebasan individu menjadi dasar moral tatanan ini.

Tatanan ini memberikan legitimasi moral dan stabilitas jangka panjang. Ia memungkinkan kebijakan strategis dijalankan dengan dukungan internasional, sekaligus membatasi risiko konflik yang merugikan semua pihak.

Namun ketika negara adidaya bertindak sepihak—menangkap kepala negara lain tanpa mandat hukum internasional, melewati mekanisme multilateral, atau membenarkan intervensi sebagai strategi—kontradiksi muncul. Prinsip yang dulu dipromosikan Barat mulai kehilangan makna. Dunia menyaksikan standar ganda: hukum berlaku bagi yang lemah, sementara yang kuat menentukan aturan sendiri. Legitimasi moral Barat terkikis, kritik terhadap pelanggaran di negara lain terdengar hampa, dan negara-negara di Global South semakin skeptis terhadap klaim Barat sebagai penjaga aturan.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...