DPRD Malut Desak Pembangunan ILS di Bandara Ternate, Gubernur Surati Menhub

Sofifi, malutpost.com – Gangguan penerbangan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menegaskan urgensi pemasangan Instrument Landing System (ILS) di Bandara Sultan Babullah Ternate.
Fasilitas navigasi pendaratan ini penting untuk meningkatkan kemampuan operasional bandara saat jarak pandang terbatas, sekaligus menjaga konektivitas udara di Maluku Utara (Malut).
Pasalnya, belasan penerbangan dilaporkan terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain, termasuk Bandara Sam Ratulangi Manado, akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Malut. Pada Kamis (15/10/2026), penerbangan Garuda Indonesia juga dilaporkan batal. Akibatnya, sejumlah pejabat negara yang dijadwalkan berkunjung ke Malut pun terdampak.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Malut Machmud Esa mengatakan, pemasangan ILS merupakan kebutuhan yang telah diperjuangkannya selama beberapa tahun terakhir. Di mana kejadian tersebut menjadi bukti pentingnya penguatan fasilitas navigasi dan pendaratan di Bandara Sultan Babullah.
“Bayangkan kondisi sekarang ini hanya sampai di 1.200 meter. Kalau dengan ILS, 800 meter bisa masuk, tidak ada masalah dengan kondisi sekarang ini,” ujarnya kepada malutpost.com, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, ILS membantu pilot melakukan pendaratan saat jarak pandang terbatas. Namun, penggunaannya tetap bergantung pada kategori sistem, fasilitas pendukung, dan kondisi cuaca.
“Ketika hujan atau asap dan sebagainya, sama angin kencang, harus dialihkan. Mana yang melewati itu, keselamatan penerbangan,” tegasnya.
Menurut Machmud, gangguan penerbangan berdampak pada mobilitas masyarakat, agenda pemerintahan, dan aktivitas ekonomi. Karena itu, ia telah berkoordinasi dengan Pemprov Malut agar Gubernur Sherly Tjoanda segera menyurati Menteri Perhubungan, AirNav Indonesia, dan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII untuk mendorong pemasangan ILS.
Selain ILS, ia menilai Bandara Sultan Babullah membutuhkan Precision Approach Lighting System (PALS) dan radar guna memperkuat fasilitas navigasi serta pendaratan.
“Kalau itu sudah terpasang, tinggal naik kelas lagi statusnya bandara internasional,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Malut itu mendesak surat gubernur segera dikirimkan agar tim pemerintah pusat bisa turun ke Ternate untuk melakukan survei dan meninjau kebutuhan fasilitas bandara.
“Kalau gubernur sudah menyurat, tim dari pusat juga akan turun ke Ternate untuk melakukan survei,” tandasnya.
Ia berharap proses tersebut segera ditindaklanjuti agar penguatan fasilitas Bandara Sultan Babullah tidak berhenti pada usulan.
“Ini untuk kepentingan masyarakat Malut pada khususnya dan masyarakat lainnya yang akan berkunjung maupun kembali dari Malut,” pungkasnya.
Terpisah, Gubernur Sherly Tjoanda mengatakan, pihaknya telah menyurat ke Menteri Perhubungan (Menhub) untuk melakukan pembangunan ILS Bandara Baabullah. Bahkan, sudah menghubungi Menhub RI Budi Karya Sumadi via telepon dan mendapat respon baik.
"Kita sudah kirim surat ke Pak Menhub, saya juga tadi sudah telepon beliau dan Pak Menhub bilang akan dipeajari," ucapnya.
Kata dia, apabila Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merealisasikan adanya ILS, maka ke depan pendaratan pesawat bisa lebih aman. Ditambah adanya Precision Approach Lighting System atau rangkaian konfigurasi lampu yang terpasang simetris di perpanjangan garis tengah (centerline) di ujung landasan pacu untuk membantu pilot bertransisi dari penerbangan instrumen ke visual saat cuaca buruk atau malam hari.
"Jadi, kalau pandangannya terbatas, ada lampu untuk pilot bisa tahu secara horizontal dan vertikal pendaratan presisinya di mana," jelasnya.
Walau begitu, menurut Sherly, semua ini butuh waktu. Artinya, tidak akan langsung terealisasikan begitu saja. Sehingga kemungkinan paling lambat pada tahun depan. Sebab saat ini, pemprov hanya tinggal menunggu surat balasan dari Kemenhub.
"Ya tidak simsalabim langsung jadi ya, mudah-mudahan kita bisa dapat di tahun depan," pungkasnya.
Senada, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir menambahkan, draf surat kepada Kemenhub telah disiapkan beberapa waktu lalu. Sehingga berdasarkan instruksi gubernur, pemprov telah menyurat ke Kemenhub RI.
"Mudah-mudahan bisa mendapatkan respon dan secepatnya bisa dipasang ILS serta perangkat pendukung lainnya di Bandara Sultan Baabullah. Karena kadang-kadang kalau cuaca kurang baik, itu bisa membantu untuk jarak pandang," pungkasnya. (cr-01)


Komentar