DPRD Malut Usul Presiden Salurkan Program Sumur Bor Ke Malut Atasi Karhutla

Sofifi, malutpost.com -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, mendesak pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun sumur bor di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kabupaten Pulau Taliabu.
Desakan ini menyusul kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Taliabu. Dampak kebakaran tidak hanya menghanguskan lahan, tetapi juga menyebabkan kerusakan tanaman perkebunan milik masyarakat.
Mislan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya hingga Rabu (14/10/2026), sekitar 11 ribu pohon cengkeh dan ribuan tanaman lainnya di Pulau Taliabu telah hangus terbakar.
“Kami meminta agar pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB, mengadakan beberapa sumur bor di Taliabu untuk menghadapi karhutla,” tegas Mislan.
Ia menilai, Kabupaten Pulau Taliabu perlu mendapat perhatian khusus karena kebakaran yang terjadi memiliki dampak luas. Untuk itu, Mislan mengusulkan pembangunan sedikitnya 10 hingga 20 titik sumur bor yang tersebar di desa dan kecamatan terdampak karhutla.
“Khusus untuk Taliabu yang mengalami kebakaran paling parah dengan sebaran wilayah paling luas, dibutuhkan minimal 10 atau 20 titik sumur bor yang disebar di seluruh wilayah desa dan kecamatan yang terkena bencana karhutla,” ujarnya.
Selain meminta perhatian pemerintah pusat, Mislan berharap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, segera mengusulkan bantuan pengadaan sumur bor tersebut kepada BNPB di Jakarta.
Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar daerah-daerah rawan karhutla di Maluku Utara memiliki sarana pendukung penanganan kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Maluku Utara juga membutuhkan sumur bor untuk penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran,” katanya.
Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Maluku Utara itu berharap usulan tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah meluas, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan melalui penyediaan sumber air.
Menurut Mislan, besarnya kerugian tanaman perkebunan masyarakat di Taliabu menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.
Ia berharap ketersediaan sumur bor yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto sekitar 200 titik untuk padamkan Karhutla bisa menjangkau ke daerah Maluku Utara.
“Ini harus menjadi perhatian bersama, karena dampaknya sudah sangat besar bagi masyarakat, terutama petani yang kehilangan tanaman perkebunan akibat kebakaran,” tandasnya. (nar)


Komentar