Karhutla Taliabu Belum Padam, Pemprov Malut Siapkan Helikopter Water Bombing

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengupayakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Pulau Taliabu yang masih terjadi hingga saat ini.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemadaman melalui udara atau water bombing menggunakan helikopter dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, menjelaskan bahwa Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, telah menyurati Kepala BNPB pada 9 Oktober lalu untuk meminta dukungan penanganan kebakaran tersebut.
“Lewat Ibu Gubernur, Ibu Gubernur telah menyurati Kepala BNPB pusat pada tanggal 9 Oktober kemarin. Dan respons dari Kepala BNPB untuk melakukan pemadaman via udara itu akan segera mungkin dilakukan,” jelas Fehby, Selasa (13/10/2026).
Ia mengatakan, BPBD Maluku Utara telah berkoordinasi dengan jajaran BNPB terkait persiapan teknis penerbangan dan pengerahan sarana pemadaman yang akan didatangkan dari Kalimantan ke Maluku Utara.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan mobilisasi helikopter berjalan lancar serta mendukung keselamatan selama operasi pemadaman berlangsung.
“Tadi kami juga sudah dihubungi teman-teman dari BNPB. Mereka sudah sampaikan untuk navigasi udaranya, sehingga alutsista yang akan didatangkan ke Maluku Utara, khususnya wilayah Taliabu, itu bisa terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Fehby menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pemadaman melalui udara. Karena itu, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi mengenai standar operasional penerbangan selama helikopter beroperasi.
“Standar operasional penerbangan juga harus kita beritahu kepada masyarakat, sehingga kita harus melakukan pengamanan bersama terkait dengan alutsista yang dikirim oleh pemerintah pusat dari Kalimantan ke Maluku Utara,” katanya.
Lebih lanjut, Fehby menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan jadwal keberangkatan helikopter dan tim pemadam dari Kalimantan menuju Maluku Utara.
Menurutnya, kepastian jadwal tersebut penting agar persiapan operasi pemadaman di Pulau Taliabu dapat segera dilakukan.
“Selanjutnya mungkin dalam hari ini juga saya akan melakukan koordinasi, sehingga kapan bisa bergeser dari Kalimantan menuju Maluku Utara, kemudian teman-teman tim dari pemadaman via helikopter water bombing itu bisa tiba di Maluku Utara,” tuturnya.
Fehby berharap koordinasi tersebut segera menghasilkan kepastian waktu pengerahan helikopter. Jadwal kedatangan tim pemadam akan diinformasikan setelah proses koordinasi selesai.
“Insyaallah besok, setelah hari ini saya koordinasi, mungkin jadwal pastinya kapan akan kami informasikan,” pungkasnya. (nar)


Komentar