Bersikan Hati Kalau Ingin Hidup Bahagia

Sehingga segala tindakannya dalam kehidupan ini selalu diarahkan untuk mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin, dunia maupun akhirat.
Dengan demikian timbul sebuah pertanyaan, siapakah sebenarnya yang berhak untuk mendapatkan dan merasakan kebahagiaan itu?
Jawabannya adalah diri kita sendiri, sebab kitalah yang memiliki perasaan kita sendiri, kita memiliki otoritas mutlak atas diri kita sendiri, terutama yang ada kaitannya dengan hal-hal yang bersifat emosional.
Yang menentukan apakah bahagia, sedih, marah, susah ataupun senang adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Orang lain hanyalah merupakan bahagian kecil penyebab perasaan tersebut.
Dengan demikian maka bahagia atau tidak adalah mutlak pilihan kita, bukan kehendak yang datang dari luar. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam dirinya sendiri.
Seorang manusia tidak akan menemukan kebahagiaan sejati kalau dia mencari di luar dirinya. Sebab kebahagiaan yang akan dirasakan oleh seseorang bukan sesuatu yang berwujud fisik, tetapi melainkan berasal dari hati nurani, jiwa atau ruh. Jiwa atau ruh berasal dari Sang Yang Agung (Allah Swt), tidak bersifat fisik atau materi.
Kebahagiaan yang ada dalam diri manusia yang tepatnya berada dalam hati atau jiwa adalah merupakan kebahagiaan internal. Untuk menemukan kebahagiaan harus melalui proses dan perjuangan panjang yang berliku-liku dan tidak mudah.
William Sakespeare (seorang pujangga Inggeris) mengatakan: “Jalan menuju kebahagiaan itu tidak ditaburi bunga mawar yang harum, melainkan penuh duri dan pahit”.
Baca Halaman Selanjutnya..

Komentar