Ubah Limbah Jadi Peluang, Tim Ekspedisi Patriot Kenalkan Konsep 3R ke Siswa SMP di Waleh

IMG 20261003 WA0010
Tim Ekspedisi Patriot UGM memperkenalkan prinsip pengelolaan limbah 3R pada siswa SMP Negeri 24 Halmahera Tengah.

Halteng, malutpost.com - Limbah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan dikenalkan kepada siswa sebagai sesuatu yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi.

Hal itu dilakukan Tim Ekspedisi Patriot UGM melalui kegiatan edukasi kewirausahaan bagi siswa SMP Negeri 24 Halmahera Tengah di kawasan Trans Waleh, Kecamatan Weda Utara, Sabtu (3/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal konsep pengelolaan limbah 3R, yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

Tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, siswa juga diajak mempraktikkan langsung pengolahan limbah sabut kelapa menjadi wadah tanam atau biopot sebagai alternatif pengganti pot plastik.

Para siswa belajar mengurangi penggunaan bahan sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Biopot hasil karya siswa nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembibitan tanaman, penghijauan lingkungan sekolah, maupun mendukung kegiatan kebun sekolah.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka bekerja secara berkelompok membuat biopot dari sabut kelapa. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak dini.

Perwakilan Tim Ekspedisi Patriot, Desi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan siswa cara mengolah limbah, tetapi juga mendorong mereka melihat lingkungan sekitar sebagai sumber peluang.

“Siswa tidak hanya belajar membuat biopot, tetapi belajar melihat lingkungan sebagai sumber peluang. Limbah yang dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Desi kepada malutpost.com.

Menurutnya, produk yang dihasilkan dari limbah dapat dikembangkan menjadi peluang usaha apabila dibarengi kreativitas dan kualitas.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran siswa bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan.

“Melalui pendekatan praktis ini, Tim Ekspedisi Patriot mendorong siswa tidak hanya menjadi pengguna, melainkan pencipta dan inovator yang mengandalkan potensi alam sekitar secara berkelanjutan. Dari limbah menjadi produk, dari kreativitas menjadi peluang, itulah semangat yang ditanamkan di sekolah,” pungkasnya. (pn/one)

Komentar

Loading...