Perempuan dalam Kontrol Kapitalisme

El Dinoh

Situasi ketertindasan perempuan hari ini sudah harus dilihat dalam perspektif yang lebih maju. Semua yang terjadi tidak serta-merta muncul begitu saja, melainkan memiliki hukum kausalitas (sebab-akibat). Maka dari itu, penindasan perempuan hari ini bukanlah takdir Tuhan, melainkan bagian dari sistem kapitalisme itu sendiri.

Hal ini membuat posisi perempuan menjadi kian rumit. Perempuan menghadapi situasi yang kompleks dan multidimensi di era kapitalisme hari ini. Dalam hal eksploitasi ekonomi, misalnya, perempuan sering kali terjebak dalam pekerjaan berupah rendah dengan kondisi kerja yang buruk.

Sistem kapitalisme yang berbasis profit memperburuk kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. Seperti yang dijelaskan Karl Marx, perempuan diposisikan sebagai perkakas; jika diperjelas lagi, kapitalisme memandang perempuan sebagai sumber profit semata.

Tidak berhenti di situ, dalam sistem kapitalisme hari ini, perempuan juga mengalami beban kerja ganda (double burden), yaitu bekerja di luar rumah sekaligus mengurus pekerjaan domestik.

Hal ini dapat menyebabkan stres dan kelelahan yang berlebihan. Di tengah arus kapitalisme global, perempuan sering kali menjadi figur utama yang terlibat langsung dalam rantai produksi dan konsumsi.

Peran mereka begitu signifikan, mulai dari menjadi buruh pabrik di negara-negara berkembang hingga menjadi konsumen yang menjadi target utama pemasaran. Namun, pertanyaan yang sering luput dari pembahasan adalah: sejauh mana perempuan benar-benar memegang kendali dalam struktur ekonomi-politik global yang sangat maskulin ini?

Dalam konteks ekonomi-politik global, kapitalisme menciptakan struktur kekuasaan yang cenderung memperkuat dominasi laki-laki. Posisi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan multinasional, lembaga keuangan internasional, maupun politik ekonomi global masih sangat terbatas.

Padahal, perempuan tidak hanya menjadi pemain penting dalam rantai pasok global, tetapi juga merupakan kontributor signifikan dalam perekonomian domestik melalui pekerjaan yang sering kali tidak dihargai, seperti mengelola rumah tangga dan mengasuh anak.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...