Perempuan dalam Kontrol Kapitalisme

El Dinoh

Dalam masyarakat kapitalis yang masih berlangsung sampai saat ini, tesis Engels menjadi dasar pijakan (standpoint) bagi feminisme klasik, seperti Clara Zetkin, Rosa Luxemburg, Alexandra Kollontai, dan V.I. Lenin.

Mereka menegaskan bahwa kapitalisme telah menggunakan struktur patriarkal untuk mempertahankan tenaga kerja murah atau gratis dengan membagi kelas pekerja berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).

Di bawah kapitalisme, terjadi pemisahan yang jelas antara rumah tangga keluarga dan produksi komoditas. Hal ini berimplikasi pada meluasnya dimensi persoalan perempuan dalam posisinya yang beragam: sebagai tenaga kerja domestik, sebagai ibu, dan sebagai anggota keluarga yang subordinat di bawah hak milik pribadi suami/ayah.

Jika dilihat lebih jauh lagi, kapitalisme kini telah masuk ke dalam setiap sendi kehidupan masyarakat dan merubah paradigma masyarakat. Seperti tulisan Dede Mulyanto dalam bukunya Geneologi Kapitalisme, kapitalisme bukan sekadar ideologi, melainkan juga bangunan kemasyarakatan yang tersusun atas relasi-relasi sosial.

Maka, setiap pertimbangan terhadap penindasan perempuan membawa pemikiran pada variasi fenomena psikologis, ekonomi, sosial, dan politik yang memengaruhi kehidupan perempuan.

Mulai dari pemerkosaan, inses, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, stereotip sosial, upah rendah, segregasi pekerjaan berdasarkan gender, diskriminasi dalam pendidikan dan institusi pekerjaan, pembagian kerja secara seksual, kerja domestik, kontradiksi antara penentuan nasib sendiri (self-determination) untuk reproduksi.

Hingga kurangnya keterwakilan perempuan dalam politik formal dan peran kepemimpinan publik. Tak dapat dipungkiri, patriarki memperparah semua hal tersebut.

Situasi perempuan saat ini tidak terlepas dari sistem kapitalisme itu sendiri. Sistem kapitalisme melihat perempuan sebagai objek konsumsi atau alat untuk memperoleh keuntungan (dalam istilah ekonomi disebut surplus value). Persoalan perempuan akan terus terjadi selama sistem kapitalisme masih ada.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...