Wagub Sarbin Buka Pelatihan JSN 45, Kepsek Diminta Jadi Benteng Karakter

Ternate, malutpost.com -- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi membuka Pelatihan Calon Sosialisasi Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai 1945 (JSN 45) bagi Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Pengabdian Tanpa Akhir, Dedikasi Tanpa Batas” itu berlangsung di Hotel Muara Ternate, Senin (28/9/2026), dan akan digelar selama enam hari, hingga 3 Oktober 2026.
Pelatihan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Maluku Utara tersebut diikuti 30 kepala sekolah dari jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara.
Pembukaan kegiatan diawali pemutaran video Pesan Api Perjuangan 45 untuk generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Wagub Sarbin memberikan apresiasi kepada DPD LVRI Maluku Utara yang telah menggagas pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah, memperkuat karakter kebangsaan, sekaligus memastikan nilai perjuangan para pendahulu bangsa tetap diwariskan kepada generasi muda.
“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini adalah amanah yang harus diisi dengan kerja keras, persatuan, pendidikan yang berkualitas, dan pembangunan yang berkeadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tegas Sarbin.
Ia menilai kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Sekolah, kata dia, bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, toleransi, dan kerja sama.
Untuk itu, ia menegaskan kepala sekolah tidak cukup hanya berperan sebagai administrator pendidikan. Mereka juga dituntut menjadi pemimpin karakter sekaligus teladan kebangsaan bagi seluruh warga sekolah.
Sarbin mengatakan tantangan perjuangan generasi saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui pendidikan, pembangunan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Perjuangan kita hari ini adalah memastikan anak-anak Maluku Utara memiliki pendidikan yang berkualitas, membangun generasi yang berkarakter, mencegah generasi muda kehilangan jati diri, dan memastikan kemajuan teknologi tidak membuat mereka kehilangan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ujarnya.
Menurut Sarbin, nilai perjuangan tidak boleh berhenti sebagai nostalgia sejarah, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai perjuangan tidak boleh berhenti sebagai nostalgia masa lalu, tetapi harus diterjemahkan menjadi etos belajar, etos bekerja, etos melayani dan etos membangun bangsa. Inilah makna Semangat 45 dalam konteks kekinian,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat semangat kebangsaan melalui Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945, serta nilai agama dan kearifan lokal.
Menurutnya, seluruh nilai tersebut harus berjalan beriringan dalam membangun generasi muda.
Sarbin juga mengajak seluruh kepala sekolah menanamkan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa di lingkungan pendidikan.
Salah satunya dengan membudayakan penghormatan terhadap Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara khidmat setiap pukul 10.00 WIT di seluruh satuan pendidikan.
“Kepala sekolah harus menjadi benteng utama dalam pembentukan karakter kebangsaan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Karel Albert Ralahalu menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja DPP LVRI periode 2022–2027 terkait pewarisan JSN 45.
Sebanyak 30 kepala SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara mengikuti pelatihan, sementara tim pelatih dan panitia berjumlah 43 orang yang berasal dari DPP LVRI Jakarta dan DPD LVRI Maluku Utara.
“Tujuan pelatihan ini agar peserta memahami JSN 45 dan mampu mewariskannya kepada generasi penerus bangsa,” kata Karel.
Sejumlah materi diberikan kepada peserta, di antaranya Pedoman Pewarisan JSN 45, Pancasila dan UUD 1945, Ketahanan Nasional, Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI, Nilai-Nilai Kejuangan 45, pengantar diskusi dan praktik sosialisasi, serta teknik kerangka sosialisasi.
Metode pelatihan meliputi diskusi kelas kecil, sedang dan besar, praktik sosialisasi, pre-test dan post-test, serta evaluasi. Seluruh kebutuhan konsumsi, akomodasi, transportasi, dan perlengkapan pelatihan didukung Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Hadir dalam kegiatan yakni Ketua DPD LVRI Maluku Utara yang juga mantan Gubernur Maluku periode 2003–2013, Brigjen TNI Purn. Karel Albert Ralahalu, S.E., Tim Pelatih DPP LVRI Jakarta Drs. H. Rusjiono bersama jajaran, unsur Forkopimda Maluku Utara, perwakilan Kesultanan Ternate, Ketua MUI Malut Samlan Hi. Ahmad, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, Karo Adpim Setda Malut M. Ali Fataruba, para veteran, serta peserta pelatihan. (nar)

Komentar