Sherly Janji Tuntaskan Jalan Lingkar Makian, Jalan Tani Dauri Masuk Prioritas 2027

Halsel, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur yang telah puluhan tahun dinantikan masyarakat Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan.
Hal itu disampaikan Sherly saat melakukan kunjungan kerja di Desa Dauri, Pulau Makian, Rabu (23/9/2026).
Di hadapan warga, Sherly menegaskan pembangunan jalan lingkar Makian menjadi salah satu pekerjaan yang akan dituntaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Kan 20 tahun tunggu jalan lingkar Makian 20 kilo, saya bereskan tiga tahun,” tegas Sherly.
Dalam pertemuan tersebut, Sherly juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan infrastruktur jalan hingga fasilitas olahraga.
Salah satu aspirasi disampaikan perwakilan pemuda Desa Dauri terkait kondisi lapangan sepak bola yang dinilai tidak layak karena permukaannya bergelombang dan tidak rata.
“Kami dari pemuda Desa Dauri hanya minta satu, lapangan sepak bola itu kondisinya naik turun. Harapan kami kasih rata lapangan,” ujar perwakilan pemuda.
Mendengar aspirasi tersebut, Sherly langsung meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, Risam Iriyanto, yang turut hadir dalam rombongan, untuk melihat langsung kondisi lapangan.
Ia juga meminta masyarakat ikut mengawasi kualitas pembangunan jalan lingkar Makian. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan laporan apabila menemukan pekerjaan jalan yang tidak sesuai kondisi di lapangan.
“Coba lihat baik-baik, ini yang bertanggung jawab atas semua jalan lingkar Makian. Jadi kalau jalan tidak baik, lapor saya di TikTok. Kalian semua di sini sebagai fungsi kontrol,” tegasnya.
Sherly juga menyinggung kualitas pekerjaan jalan sepanjang sekitar lima kilometer yang dikerjakan dengan konstruksi lapen.
“Lima kilo itu kalau dia bergelombang, tidak rapi, itu kan lapen ya. Kalau aspalnya kurang bagus, lapor di TikTok,” ujarnya.
Selain infrastruktur jalan dan lapangan sepak bola, masyarakat Desa Dauri juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan tani.
Mayoritas warga Dauri yang berprofesi sebagai petani pala mengaku kesulitan mengakses kebun, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas perawatan tanaman dan hasil produksi pala.
“Kondisi sekarang petani kami ini kebanyakan pala. Kami butuh jalan tani karena setiap saat siang malam kami siram, tapi sarana jalan tani tidak mencukupi. Akhirnya tanaman pala kami jadi korban,” keluh warga.
Saat ditanya mengenai kebutuhan panjang jalan tani, warga menyebut sekitar dua kilometer yang tersebar di enam titik. Kondisi geografis menjadi salah satu kendala karena wilayah perkebunan warga diapit sejumlah sungai.
“Dua kilo. Karena di desa kami belakangnya ada enam titik, karena diapit tiga sungai, empat sungai, maka titik jalannya berbeda-beda,” jelas warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sherly menyatakan pembangunan jalan tani Desa Dauri akan dimasukkan dalam program tahun 2027.
“Oke, saya bikin 2027 nanti. Yang awal, jalan tani Desa Dauri dua kilo,” jawab Sherly.
Komitmen tersebut disampaikan langsung di hadapan masyarakat sebagai bagian dari upaya Pemprov Maluku Utara memperkuat akses infrastruktur sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani pala di Pulau Makian. (nar)

Komentar