Jangan Sampai Rakyat Diberi Makan Lalu Lupa Bertanya?

MBG dan Bayang-bayang Bread and Circuses

Zulfikran Bailussy

Di sinilah saya melihat analogi bread and circuses menjadi relevan. Dalam konteks Romawi, “roti” memenuhi kebutuhan dasar, sedangkan “pertunjukan” menciptakan hiburan dan perhatian publik.

Dalam konteks negara modern, bentuknya tentu tidak sama. Kita tidak mempunyai arena gladiator seperti Roma. Tetapi masyarakat hidup dalam ruang informasi yang jauh lebih kompleks: televisi, media sosial, pemberitaan, pencitraan politik, seremoni kebijakan dan berbagai bentuk komunikasi pemerintah.?

Program publik pada akhirnya tidak hanya dijalankan; ia juga dikomunikasikan, dipromosikan dan dipersepsikan oleh masyarakat.?

Di titik ini pemikiran Guy Debord mengenai The Society of the Spectacle menjadi menarik. Debord mengkritik masyarakat modern yang semakin banyak berhubungan dengan realitas melalui representasi dan tontonan.

Dalam politik modern, sebuah kebijakan tidak hanya harus bekerja, tetapi keberhasilannya juga harus terlihat. Pemerintah memproduksi program sekaligus memproduksi narasi mengenai keberhasilan program tersebut.?

Maka persoalan yang harus kita jaga adalah jangan sampai representasi keberhasilan lebih besar daripada keberhasilan itu sendiri.?

Jangan sampai jumlah porsi makanan yang dibagikan lebih mudah dibanggakan daripada peningkatan kualitas gizi anak. Jangan sampai jumlah penerima manfaat lebih penting daripada ketepatan sasaran.

Jangan sampai banyaknya dapur MBG lebih sering dibicarakan daripada kualitas makanan yang diproduksi. Dan jangan sampai seremoni pembagian makanan menjadi lebih menarik perhatian daripada evaluasi terhadap dampak jangka panjangnya.?

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...